Nasional

Stok Minyak Sawit Malaysia Diproyeksi Capai Rekor Tertinggi Baru

  KUALA LUMPUR — Stok minyak sawit Malaysia diperkirakan kembali mencetak rekor tertinggi pada bulan lalu. Peningkatan produksi yang signifikan diperkirakan lebih besar dibandingkan lonjakan ekspor, menurut survei Bloomberg menjelang...

4 November 2026, pukul 01:58 WIB · dibaca 0 kali

 

KUALA LUMPUR — Stok minyak sawit Malaysia diperkirakan kembali mencetak rekor tertinggi pada bulan lalu. Peningkatan produksi yang signifikan diperkirakan lebih besar dibandingkan lonjakan ekspor, menurut survei Bloomberg menjelang pengumuman data resmi pekan depan.

Baca Juga

Dilansir The Star, Rabu (4/11/2026) Berdasarkan nilai median dari 11 estimasi dalam survei Bloomberg terhadap eksekutif perusahaan perkebunan, pedagang, dan analis, persediaan minyak sawit meningkat sekitar 7 persen menjadi 3,76 juta ton pada Oktober.

Angka tersebut akan melampaui rekor sebelumnya pada September dan menempatkan stok minyak sawit sekitar 50 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Melimpahnya pasokan berpotensi semakin menekan harga kontrak berjangka minyak sawit acuan di Kuala Lumpur, yang telah terkoreksi sekitar 8 persen dari level puncaknya pada Agustus.

Meskipun penurunan harga telah menarik minat pembeli, termasuk India sebagai salah satu negara importir terbesar, lonjakan persediaan telah membebani kapasitas penyimpanan di sejumlah wilayah Malaysia.

Produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) diperkirakan meningkat sekitar 4 persen menjadi rekor 2,2 juta ton pada Oktober. Kenaikan ini akan menjadi peningkatan selama lima bulan berturut-turut, setelah produksi melonjak 17 persen pada September.

Peningkatan produksi tersebut melampaui pertumbuhan ekspor yang sebenarnya cukup kuat. Ekspor minyak sawit melonjak 43 persen menjadi 1,6 juta ton, mencatatkan kenaikan bulanan terbesar dalam delapan tahun terakhir, menurut hasil survei tersebut.

"Lonjakan ekspor belum cukup untuk mengurangi persediaan," kata Direktur perusahaan pialang Pelindung Bestari Sdn Bhd yang berbasis di Selangor, Paramalingam Supramaniam.

Dia memperkirakan persediaan minyak sawit masih akan bertahan pada level tinggi setidaknya hingga kuartal I tahun fiskal 2027. Kondisi tersebut diperkirakan baru berubah ketika cuaca kering akibat fenomena El Nino mulai membatasi produksi.

Menurut Malaysian Palm Oil Association, peningkatan hasil panen tahun ini turut didukung oleh sejumlah area perkebunan yang sebelumnya diremajakan dan kini mulai memasuki usia produktif. Pohon sawit muda dengan produktivitas lebih tinggi telah menggantikan tanaman lama yang kurang produktif.

Chief Executive Officer Malaysian Palm Oil Association Roslin Azmy Hassan mengatakan dalam wawancara bulan lalu bahwa produksi minyak sawit sepanjang 2026 berpotensi menyamai atau melampaui rekor 20,28 juta ton yang dicapai pada 2025.

Harga kontrak berjangka minyak sawit kembali turun untuk sesi perdagangan kedua pada Selasa (3/11/2026). Namun, harganya masih mencatatkan kenaikan 14 persen sepanjang tahun ini.

Harga komoditas tersebut sebelumnya mendapat dukungan dari ekspektasi bahwa fenomena El Nino akan menekan produksi dalam beberapa bulan mendatang, serta perluasan mandat biodiesel Indonesia.

Lihat di situs asli

Berita terkait