Nasional

Strategi Digital Dongkrak Penjualan Tomat Ceri

JAKARTA — Pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu strategi AstyFarm untuk memperluas pasar produk tomat ceri lokal. Melalui Tokopedia dan TikTok Shop, perusahaan memanfaatkan video pendek, sesi LIVE Shopping,...

27 Oktober 2026, pukul 12:08 WIB · dibaca 1 kali

JAKARTA — Pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu strategi AstyFarm untuk memperluas pasar produk tomat ceri lokal. Melalui Tokopedia dan TikTok Shop, perusahaan memanfaatkan video pendek, sesi LIVE Shopping, dan kreator afiliasi untuk memperkenalkan produk sekaligus menjangkau konsumen di berbagai daerah.

Strategi tersebut diikuti pertumbuhan nilai transaksi AstyFarm sebesar 52 persen pada kuartal III 2026 dibandingkan kuartal sebelumnya. Sejak bergabung dengan Tokopedia dan TikTok Shop pada Februari 2026, produk perusahaan telah menjangkau konsumen di 42 kota di Indonesia.

Baca Juga

AstyFarm merupakan produsen tomat ceri lokal yang didirikan oleh Asty Ananta. Perusahaan meluncurkan Cherry Tomato Stevia pada 2024 sebagai alternatif konsumsi tomat ceri dengan stevia tanpa tambahan gula.

Sebelum memanfaatkan kanal digital, AstyFarm mengandalkan supermarket sebagai saluran penjualan utama. Perusahaan kemudian memperluas distribusi melalui Tokopedia dan TikTok Shop, dengan memanfaatkan konten digital untuk menjelaskan karakteristik produk dan membantu konsumen menemukan produk yang sesuai dengan minat mereka.

Chief Visionary Officer AstyFarm Asty Ananta mengatakan, penggunaan kedua platform tersebut membuka kesempatan bagi perusahaan untuk memperkenalkan produk melalui berbagai format konten dan berinteraksi langsung dengan konsumen.

“Sejak awal, kami ingin menghadirkan pengalaman baru menikmati tomat ceri bagi konsumen Indonesia. Melalui Tokopedia dan TikTok Shop, kami dapat memperkenalkan Cherry Tomato Stevia melalui konten digital, berinteraksi langsung dengan konsumen melalui fitur LIVE shopping, serta menjangkau audiens baru melalui affiliate creator. Dukungan ekosistem Tokopedia dan TikTok Shop membantu kami memperluas akses pasar dan mendorong pertumbuhan bisnis, sekaligus membawa produk lokal lebih dekat kepada konsumen di berbagai daerah,” ujar Asty Ananta.

AstyFarm menggunakan pendekatan discovery commerce, yakni pengalaman berbelanja ketika konsumen menemukan produk melalui konten digital. Dalam pendekatan ini, video pendek dapat digunakan untuk memperkenalkan keunikan produk, sementara sesi LIVE Shopping memungkinkan penjual berinteraksi dengan konsumen dan menjawab pertanyaan secara langsung.

“Video pendek membantu kami menceritakan keunikan produk, sedangkan sesi LIVE shopping memberi kesempatan untuk berinteraksi langsung dan menjawab rasa ingin tahu konsumen. Ketika tertarik, mereka juga bisa langsung menemukan dan membeli produk melalui Tokopedia dan TikTok Shop. Inilah kekuatan Discovery Commerce: membantu konsumen menemukan sesuatu yang baru, mengenalnya lebih jauh, lalu mengambil keputusan untuk membeli,” ujarnya.

Data internal Tokopedia dan TikTok Shop menunjukkan pemanfaatan konten digital turut berkembang sebagai jalur penjualan. Pada kuartal I 2026, jumlah pesanan yang dihasilkan melalui sesi LIVE oleh penjual dan kreator afiliasi meningkat 59 persen dibandingkan kuartal I 2025. Sementara itu, pesanan dari video pendek tumbuh 135 persen pada periode yang sama.

Perkembangan serupa terlihat pada kategori food and beverage (F&B). Pada kuartal III 2026, kategori tersebut tumbuh 30 persen secara tahunan, sedangkan jumlah penjual meningkat 45 persen dibandingkan kuartal III 2025, berdasarkan data internal Tokopedia dan TikTok Shop.

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait