REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi mengingatkan masyarakat waspada terhadap perubahan suhu esktrem pada musim kemarau saat ini. Udara pada malam hingga pagi hari belakangan terasa lebih dingin sedangkan siang hari lebih panas, perubahan suhu drastis tersebut berpotensi memicu gangguan kesehatan pada masyarakat.
"Saat malam sampai pagi hari suhu rendah, sedangkan siang sampai sore panas. Dengan perubahan suhu yang drastis, masyarakat jadi rentan terhadap gangguan kesehatan," imbuh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes Kota Cimahi dr. Lina Mulyani saat dikonfirmasi, Sabtu (1/8/2026).
Baca Juga- Strategi Bupati Jeje Hadapi Krisis Air Bersih Selama Kemarau
- Selokan Mataram dan Van Der Wijck Bikin Sleman Aman dari Kekeringan di Musim Kemarau 2026
- Petani Jadi 'Nelayan' di Situ Ciburuy, Kala Kemarau Jadi Berkah untuk Mereka
Dia mengatakan, musim kemarau kali ini tingkat kelembapan udara yang sangat rendah. Gangguan kesehatan yang umumnya muncul di antaranya penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan gangguan saluran pernafasan lainnya seperti hidung mudah mampet, tenggorokan gatal, hingga batuk yang makin parah saat malam hari seiring menurunnya suhu udara.
"Bagi pemilik riwayat asma dan bronkitis, udara dingin dan kering menjadi pemicu utama (trigger) yang membuat penyakit ini rentan kambuh," ucap Lina.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika