JAKARTA — Semangat anak muda dalam mengembangkan sektor pangan tercermin dari kiprah Ella Rizki dan Asri Saraswati. Keduanya menunjukkan bagaimana semangat berwirausaha anak muda berangkat dari potensi dan persoalan di lingkungan masing-masing, lalu mengambil langkah untuk menciptakan manfaat yang lebih luas.
Ella mengembangkan pengolahan kelapa menjadi produk bernilai ekspor, sedangkan Asri mengubah rempah desa menjadi produk olahan bernilai tambah. Kisah mereka menunjukkan inisiatif anak muda dapat membuka peluang ekonomi yang jauh lebih menjanjikan, terutama bagi generasi muda yang mempertimbangkan pertanian sebagai pilihan hidup.
Baca Juga- Seribu Relawan Kemanusiaan Berkumpul di Monas, Suarakan Solidaritas untuk Palestina
- Iran Tetapkan Angkatan Laut dan Udara Inggris Sebagai Organisasi Teroris
- Penggerebekan Ponpes Hamalatul Quran Sukoharjo Picu Trauma Santri dan Ustazah
Semangat Ella lahir dari melihat potensi kelapa yang ada di sekitarnya. Berasal dari keluarga petani nira kelapa di Desa Trenten, Kabupaten Magelang, Ella melihat komoditas kelapa di daerahnya memiliki potensi ekonomi dibandingkan sekedar menjual hasil panen. Pada 2015, ia membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) Nira Lestari dan mulai mendorong pengolahan kelapa menjadi produk olahan seperti gula semut dan virgin coconut oil. Usahanya pun berkembang hingga berhasil menjangkau pasar internasional.
Bagi Ella, mengembangkan usaha berarti membuka kesempatan bagi masyarakat sekitar untuk tumbuh bersama. Melalui KWT Nira Lestari, ia melibatkan dan membina lebih dari 500 petani di berbagai daerah. Langkah ini menunjukkan hilirisasi dapat memperluas manfaat dan membantu peningkatan taraf ekonomi petani desa.
“Kelapa yang dulu cuma dijual mentah, sekarang bisa jadi produk yang menembus pasar ekspor. Inilah salah satu contoh hilirisasi usaha tani yang bukan sekadar mengolah, tapi sekaligus mampu mengubah nasib ekonomi petani lokal. Semoga semakin banyak desa yang berani mengambil langkah serupa,” ujar Ella.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika