Nasional

Survei Matriks: Pigai dan Nusron Jadi Menteri Terburuk di Kabinet

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga survei Matriks Politik Indonesia merilis hasil survei evaluasi dua tahun Kabinet Merah Putih pada Rabu (21/10/2026). Hasil survei itu menempatkan Menteri HAM Natalius Pigai dan Menteri...

22 Oktober 2026, pukul 02:31 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga survei Matriks Politik Indonesia merilis hasil survei evaluasi dua tahun Kabinet Merah Putih pada Rabu (21/10/2026). Hasil survei itu menempatkan Menteri HAM Natalius Pigai dan Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid dalam daftar menteri dengan kinerja terburuk.

Direktur Komunikasi Matriks Politik Indonesia, Supriyadi, mengatakan, hasil survei tersebut menempatkan Pigai dan Nusron sebagai dua menteri dengan penilaian terburuk di Kabinet Merah Putih. Berdasarkan survei Matriks Politik Indonesia, Pigai memperoleh penilaian negatif 82,6 persen, sedangkan Nusron 78,3 persen.

Baca Juga

"Natalius Pigai dan Nusron mendapat penilaian sebagai menteri terburuk di jajaran kabinet pada dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran," kata Supriyadi melalui keterangan pers di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Sementara Menteri PU Dody Hanggodo menempati urutan ketiga dengan penilaian negatif 75,2 persen. Berikutnya, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto sebesar 68,2 persen, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia 65,7 persen, dan Menteri PKP Maruarar Sirait 60,7 persen.

Supriyadi mengatakan, Nusron memiliki tingkat popularitas 72,9 persen. Dia mengaitkan sorotan terhadap Nusron dengan pemberitaan mengenai dugaan suap pengurusan hak guna bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor yang terungkap melalui operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kasus ini menyita perhatian publik, di sisi lain profil Nusron sendiri cukup dikenal sebagai politisi dan pejabat dengan rekam jejak panjang," ujar Supriyadi.

Sementara itu, tingkat popularitas Pigai tercatat 54,3 persen. Hal itu dikarenakan Pigai menjadi salah satu menteri yang menuai kontroversi sejak awal menjabat, antara lain karena sejumlah pernyataannya dan gugatan dari pegawai di lingkungan Kementerian

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait