Nasional

Survei Terbaru: Dukungan Warga AS untuk Perang Iran Tunjukkan Angka Terendah

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Hasil survei jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dirilis Senin (27/7/2026) menunjukkan bahwa, hanya satu dari tiga warga Amerika Serikat (AS) yang mendukung kampanye militer terhadap Iran dan merupakan...

28 Juli 2026, pukul 08:37 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Hasil survei jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dirilis Senin (27/7/2026) menunjukkan bahwa, hanya satu dari tiga warga Amerika Serikat (AS) yang mendukung kampanye militer terhadap Iran dan merupakan angka terendah sejak tahap awal perang tersebut. Sementara itu, 69 persen responden berpendapat Presiden AS Donald Trump gagal menjelaskan tujuan AS dalam konflik tersebut.

Jajak pendapat dilakukan pada Jumat hingga Ahad (23-25 Juli) terhadap 1.246 orang dewasa di AS dengan margin of error 3 persen. Untuk diketahui, pada 8 Juli, Trump menyatakan gencatan senjata yang dicapai dengan Iran pada malam sebelum 18 Juni tidak lagi berlaku.

Baca Juga

Kemudian, setelah itu, militer AS melakukan beberapa serangan terhadap Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengeklaim serangan tersebut sebagai balasan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.

Iran lantas membalas dengan menyerang pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah dan menuding Washington melanggar perjanjian gencatan senjata. Pada Senin, Markas Besar Sentral Khatam al-Anbiya Iran memperingatkan bahwa tindakan AS yang bertujuan memblokade laut akan dianggap sebagai "eskalasi perang di kawasan."

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh Fars News Agency, komando militer itu menuduh Washington mengancam kapal-kapal Iran, kapal dagang, dan kapal tanker minyak di perairan pesisir dan teritorial Iran selama tiga hari terakhir.

"Tindakan AS ini akan dianggap sebagai eskalasi perang di kawasan," tegas pernyataan tersebut.

"Sebagaimana telah dibuktikan oleh angkatan bersenjata Republik Islam Iran di medan perang, mereka tidak akan membiarkan ancaman atau tindakan bermusuhan dari militer teroris negara itu tanpa balasan, dan akan menghadapinya," kata komando tersebut.

Loading... sumber : Antara, Sputnik/RIA Novosti, Anadolu
Lihat di situs asli

Berita terkait