REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kongres Nasional/Majelis Tahkim ke-42 Syarikat Islam (SI) resmi ditutup oleh Menteri Agama RI, Profesor Nasaruddin Umar, pada Selasa (20/10/2026). Rangkaian acara yang berlangsung pada 17–20 Oktober 2026 ini secara aklamasi memilih Ferry Juliantono, Menteri Koperasi RI, sebagai Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam masa jihad 2026–2031 dan Hamdan Zoelva sebagai Ketua Dewan Pusat atau Dewan Syuro untuk masa jihad yang sama.
Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam Ferry Juliantono mengatakan, Koperasi Setia Boedi yang didirikan oleh HOS sejak 1913 merupakan sebuah usaha besar yang menjadi landasan ekonomi yang digagas untuk mengangkat ekonomi umat dan mengejar ketertinggalan kaum pribumi.
Baca Juga- Sompo Syariah Resmi Beroperasi, Jadi Entitas Syariah Pertama dalam Sejarah Sompo Group
- DSN MUI Dorong Pembentukan Danantara Syariah, Begini Progresnya
- ISEF 2026 Dorong Potensi Ekonomi Syariah Jadi Kekuatan Ekonomi Nasional
“Melalui sebuah perjuangan besar, Syarikat Islam bercita-cita melawan ekonomi liberalistik kapitalistik dengan ekonomi konstitusi di bawah pimpinan Presiden Prabowo. SI harus berada di garis depan melawan liberalisme dan kapitalisme dengan mengembalikan ekonomi sesuai UUD dan cita-cita pendiri bangsa,” kata Ferry kepada Republika, Rabu (21/10/2026).
Menurut Ferry, kerja sama yang digagas oleh Kementerian Koperasi dan Kementerian Agama untuk membangun koperasi di masjid-masjid seluruh Indonesia sebagai proyek percontohan merupakan salah satu strategi untuk mengangkat ekonomi umat.
Selain itu, Ferry menjelaskan, misi dakwah ekonomi yang menjadi salah satu agenda prioritas SI akan terus dilanjutkan dan dioptimalkan implementasinya. Misi itu sejalan dengan program strategis nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang disiapkan sebagai instrumen pemerataan dan peningkatan ekonomi masyarakat hingga pelosok desa.
Sebagai Menteri Koperasi, Ferry akan berupaya menyinergikan perjuangan SI dengan Kementerian Koperasi (Kemenkop). Pasalnya, keduanya memiliki tujuan yang sama, yakni pembangunan ekonomi umat. Ia meyakini bahwa program KDKMP dapat berjalan dengan baik dan optimal jika melibatkan banyak pihak, terutama kader dan anggota SI di seluruh Indonesia.
“Konsep kehadiran SI tidak sekadar mengurus perdagangan, tetapi memaknai ulang keadilan, keberkahan, dan solidaritas dalam menghadapi kapitalisme kolonial. Mari bersama-sama kita bangun pergerakan kebangsaan yang menjadi modal besar kehidupan masyarakat bangsa Indonesia dengan sebaik-baiknya, dengan cara pandang yang khas milik kita, berlandaskan sebersih-bersih tauhid, ilmu pengetahuan, dan siyasah,” ujarnya.
Ketua Dewan Pusat atau Dewan Syuro SI, Hamdan Zoelva, mengatakan cita-cita perjuangan SI berikutnya adalah kembali ke DNA awal pendiriannya, seperti Serikat Dagang Islam (SDI), dengan pola pikir organisasi yang kembali berfokus pada program dakwah ekonomi.
“Metode dakwah membangun jiwa wirausaha dan menggunakan ekonomi sebagai lahan dakwah sebagaimana ulama zaman dahulu menyebarkan Islam, serta mencontoh bagaimana kekuatan ekonomi pada zaman Rasulullah bersama sahabat di era awal penyebaran Islam,” kata Hamdan.
Menurut Hamdan, SI dapat terus eksis karena Islam memiliki jiwa. Dengan persatuan umat, cita-cita kemerdekaan sejati yang memperjuangkan keadilan tidak akan pernah berakhir.
“Presiden Prabowo menjalankan negara sejalan dengan cita-cita SI. Kebetulan, Sekjen SI periode lalu mendapat amanah menjadi Menteri Koperasi dan sekarang menjadi Presiden SI. Maka, cita-cita ini akan makin membesar,” ujarnya.
Ia menyampaikan selamat kepada Ferry yang melanjutkan cita-cita Syarikat Islam dengan komitmen kuat untuk mencapainya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri Agama yang telah menyempatkan diri hadir pada penutupan Kongres Nasional SI.
Ikuti Whatsapp Channel Republika