REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Birunya Laut Sulawesi yang membentang di ufuk utara Kalimantan Timur bukan sekadar menyajikan panorama tropis. Di hamparan laut yang menjadi beranda terluar Indonesia itu, Pulau Maratua berdiri sebagai penjaga kedaulatan sekaligus etalase kekayaan bahari Nusantara.
Di pulau yang dihuni sekitar empat ribu jiwa tersebut, benteng terluar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menyimpan lanskap alam yang sulit dicari tandingannya. Tebing karst menjulang, laguna tersembunyi, pusaran ribuan ikan barakuda, hingga habitat penyu dan ubur-ubur tanpa sengat berpadu menjadi satu ekosistem yang menjadikan Maratua dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari terbaik di dunia.
Baca Juga- FEB UIKA Bogor Gelar EBICON ke-5: Menjaga Ketahanan Bisnis dengan Inovasi
- Rizky Ridho Abaikan Kritik Negatif untuk Jaga Fokus Kontra Singapura
- Datangkan Gonzalo Garcia dari Madrid, Fulham Perkuat Lini Depan
Pulau Maratua merupakan bagian dari kawasan konservasi Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Dengan luas daratan sekitar 384 kilometer persegi dan wilayah perairan mencapai 3.735 kilometer persegi, pulau ini berada di jantung Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle), kawasan yang menyimpan keanekaragaman hayati laut terkaya di muka bumi.
Posisinya yang berada di bibir Laut Sulawesi membuat Maratua bukan hanya memiliki arti strategis bagi pertahanan negara, tetapi juga menjadi laboratorium alam bagi penelitian kelautan, konservasi, dan pengembangan ekonomi biru Indonesia.
"Perpaduan ekosistem karst darat dan terumbu karang bawah laut menjadikan Maratua sebagai salah satu destinasi wisata bahari berkelas dunia," kata Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur Muhammad Faisal.
Berbentuk menyerupai huruf U atau bulan sabit, Pulau Maratua memiliki laguna luas yang tenang di bagian dalam, sementara sisi luarnya langsung berhadapan dengan laut dalam. Karakter geografis tersebut menciptakan dua wajah yang berbeda. Di satu sisi menghadirkan pantai berair tenang yang cocok untuk wisata keluarga, sementara di sisi lain menjadi arena penyelaman kelas dunia dengan arus laut yang kaya nutrien.
Menyusuri Karst yang Menyimpan Laguna
Keindahan Maratua tidak hanya tersaji di permukaan laut. Di balik rimbunnya vegetasi tropis, pulau ini menyimpan bentang alam karst yang terbentuk melalui proses geologi selama ribuan tahun.
Salah satu yang paling memikat adalah Goa Gumantung di kawasan Teluk Alulu.
Perjalanan menuju goa dimulai dari dermaga utama Pulau Maratua dengan sepeda motor, kemudian dilanjutkan berjalan kaki melewati jalur setapak yang teduh di bawah naungan pepohonan.
Sesampainya di mulut goa, pengunjung langsung disambut dinding-dinding batu kapur yang menjulang mengapit laguna air payau sebening kristal. Cahaya matahari yang menembus celah stalaktit memantul di permukaan air, menghadirkan gradasi warna biru keperakan hingga hijau toska yang memanjakan mata.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara