REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID mendorong perubahan arah industri pertambangan nasional. MIND ID tak ingin kekayaan mineral Indonesia hanya berhenti pada kegiatan ekstraksi dan penjualan komoditas.
Division Head of Institutional Relations MIND ID Selly Adriatika mengatakan, kekayaan mineral dan batu bara Indonesia harus menjadi fondasi industrialisasi nasional. Pengelolaan sumber daya alam perlu diarahkan untuk menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian.
“Yang ingin diwujudkan adalah bagaimana seluruh kekayaan sumber daya alam Indonesia dapat dioptimalkan untuk memperkuat kedaulatan ekonomi,” kata Selly di Jakarta, dikutip Ahad (30/8/2026).
Menurut dia, MIND ID perlu memperkuat pengolahan mineral di dalam negeri hingga menghasilkan produk dan bahan baku yang sesuai dengan kebutuhan industri nasional. Langkah tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk bertransformasi dari negara pengekspor komoditas menjadi negara industri yang terintegrasi dengan sumber daya alamnya sendiri.
MIND ID juga mendorong kemitraan strategis dengan pelaku industri dan investor internasional. Kemitraan tersebut diperlukan untuk mempercepat penguasaan teknologi sekaligus memperluas akses pasar bagi produk hasil hilirisasi mineral Indonesia.
Menurut Selly, penciptaan motor pertumbuhan ekonomi baru perlu dilakukan melalui integrasi berbagai rantai nilai mineral strategis. Dengan pendekatan tersebut, sektor pertambangan dapat berkembang menjadi ekosistem industri yang saling terhubung dan memperkuat.
“Pemerintah menugaskan MIND ID untuk memastikan kekayaan mineral Indonesia tidak berhenti pada proses ekstraksi,” ujarnya.
Indonesia memiliki modal besar untuk menjalankan transformasi tersebut. Berdasarkan data Badan Geologi, Indonesia memiliki sekitar 42 persen cadangan nikel dunia, cadangan timah terbesar di dunia, serta masuk jajaran negara dengan cadangan bauksit, emas, tembaga, dan batu bara terbesar secara global.
Namun, cadangan mineral dan batu bara merupakan kekayaan alam yang jumlahnya terbatas dan tidak akan bertambah. Karena itu, pengelolaannya perlu diarahkan untuk menghasilkan nilai tambah yang lebih tinggi dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
MIND ID juga mendapat mandat untuk memperkuat penguasaan sumber daya alam strategis sebagai perpanjangan tangan pemerintah. Penguasaan tersebut mencakup upaya mengambil alih cadangan mineral dan batu bara strategis yang dimiliki asing agar manfaatnya dapat lebih optimal bagi kepentingan nasional.
Ikuti Whatsapp Channel Republika