REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketua Umum Asosiasi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (Alperklinas) Tohom Purba menilai program diskon tambah daya listrik pada momentum Hari Kemerdekaan RI ke-81 dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Keringanan biaya tersebut dinilai dapat membantu pelanggan menyesuaikan kapasitas listrik dengan kebutuhan rumah tangga maupun aktivitas produktif.
“Semangat kemerdekaan bukan hanya soal seremoni, tetapi bagaimana masyarakat merasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Kemudahan mendapatkan layanan listrik dengan biaya yang lebih ringan tentu menjadi sesuatu yang dekat dengan kebutuhan rakyat,” ujar Tohom dalam keterangan, Selasa (18/8/2026).
Baca Juga- Itinerary Tokyo Muslim Friendly untuk Keluarga: Rute Wisata, Masjid, dan Titik Sholat dari Shinjuku
- Enam Pesawat TNI AU Terbangkan 81,3 Ton Bantuan ke NTT
- Artha Graha Peduli Gaungkan Jamu sebagai Minuman Lokal yang tak Kalah dari Tren Global
Menurut Tohom, keringanan biaya tambah daya dapat membantu pelanggan memenuhi kebutuhan listrik yang meningkat seiring bertambahnya penggunaan peralatan listrik di rumah maupun kegiatan usaha yang membutuhkan daya lebih besar.
Program Merdeka Daya memberikan diskon 50 persen biaya tambah daya bagi pelanggan rumah tangga tegangan rendah satu fasa dengan daya awal 450 VA hingga 5.500 VA. Program tersebut berlaku pada 17-25 Agustus 2026, dengan pilihan penambahan daya hingga 7.700 VA.
Melalui program tersebut, pelanggan dengan daya awal 450 VA yang meningkatkan kapasitas menjadi 900 VA cukup membayar Rp 210.825 dari biaya normal Rp 421.650. Sementara itu, pelanggan dengan daya 5.500 VA yang menambah daya menjadi 7.700 VA cukup membayar Rp 1.065.900 dari biaya normal Rp 2.131.800.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika