Nasional

Teknologi Kecantikan Modern Dinilai Berpotensi Dongkrak Kunjungan ke Bali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bali selama ini dikenal dengan pantai dan kekayaan budayanya yang magis. Namun belakangan ini, ada sedikit pergeseran tren yang menarik di industri pariwisata lokal. Bali perlahan menjadi...

1 Juli 2026, pukul 02:16 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bali selama ini dikenal dengan pantai dan kekayaan budayanya yang magis. Namun belakangan ini, ada sedikit pergeseran tren yang menarik di industri pariwisata lokal.

Bali perlahan menjadi magnet baru bagi para pencinta perawatan tubuh dan kecantikan, memadukan kenyamanan liburan tropis dengan pemenuhan gaya hidup sehat, atau yang kini populer dengan istilah wellness tourism. Potensi ini dinilai bukan sekadar angan-angan.

Baca Juga

Praktisi kesehatan dr Jesslyn Amelia, Sp.DVE menyebut kehadiran teknologi-teknologi kecantikan terbaru saat ini berpeluang besar dalam menggaet lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, untuk datang ke Bali dengan tujuan merawat diri. Pengalaman ini dibagikan oleh dr Jesslyn ketika menangani pasien asing beberapa waktu lalu. Kabar mengenai masuknya inovasi medis global ke Bali, kata dia, memicu rasa penasaran yang tinggi di kalangan ekspatriat dan pelancong.

“Saya ada pengalaman pada Mei lalu ada pasien orang luar datang melakukan skin booster dan kaget waktu saya bilang di Bali akan ada teknologi XERF, teknologi pengencangan kulit non-invasif yang terkenal di Amerika, Eropa, dan Australia, mereka antusias,” kata dr Jesslyn Amelia, Sp.DVE, di Denpasar, pada Senin (29/6/2026).

Menurutnya, antusiasme tersebut menjadi penanda bahwa teknologi yang sedang tren di negara maju langsung diincar begitu masuk ke Bali. Salah satu teknologi kecantikan yang akhirnya mendarat di Bali adalah XERF, sebuah mesin dengan teknologi multifrekuensi monopolar radio frekuensi besutan Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Sebagai dokter kepala di Elea Clinic Bali, dr Jesslyn mengatakan mesin estetika ini bekerja menggunakan gelombang multifrekuensi dengan 6,78 MHz dan 2 MHz monopolar RF. Fungsi utamanya adalah untuk pengencangan kulit, rekonstruksi kolagen, serta memperbaiki kualitas kulit dari lapisan paling atas hingga yang terdalam.

Sebelum memutuskan membawa teknologi ini ke kliniknya, dr Jesslyn telah mengulik berbagai jurnal ilmiah dan menguji langsung keandalan mesin tersebut selama satu tahun. Ia menemukan alasan kuat mengapa perawatan ini begitu dicari, terutama di tempat seperti Bali. Aktivitas luar ruangan yang tinggi di bawah terik matahari tropis sering kali memicu munculnya flek hitam dan kulit kendur pada wanita dewasa seiring bertambahnya usia. Sementara itu, wanita usia 40-50 tahun saat ini cenderung tetap aktif dan dinamis dalam bekerja maupun berwisata.

 

Loading... sumber : Antara
Lihat di situs asli

Berita terkait