REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Bagaimana agar hati kita menjadi lapang? Bagaimana menghilangkan berbagai kegelisahan dan kesedihan? Bagaimana agar beban pikiran sirna dan kita dapat kembali merasakan ketenangan? Apa saja cara terbaik untuk melapangkan hati?
Itulah jalan yang ditempuh para wali Allah yang tulus. Jalan yang telah dikenal oleh para nabi dan rasul, serta dijalani oleh orang-orang saleh, ahli ibadah, dan orang-orang zuhud. Dengan jalan itulah Allah menghilangkan kegelisahan dan melepaskan mereka dari berbagai kesulitan.
Baca Juga- Ayat Kursi Jika Dibedah Ternyata Terdiri dari 10 Kalimat Penuh Makna, Berikut Penjelasannya
- Lebanon Berbeda, Pelajaran yang Selalu Gagal Dipahami Israel Selama 100 Tahun
- Krisis Apache dan Dilema Ketergantungan dengan AS, Ketika Persenjataan Israel Mulai Tergerus
Hal yang mendasar adalah tauhid yang murni. Yakni beriman kepada Allah, percaya sepenuhnya kepada-Nya, menyerahkan segala urusan kepada-Nya, serta merasa cukup dengan pengetahuan, pertolongan, perlindungan, dan dukungan-Nya.
حسبنا الله ونعم الوكيل
“Hasbunallahu wa ni‘mal wakil”—Cukuplah Allah bagi kami dan Dia sebaik-baik tempat berserah diri—merupakan sari pati tauhid, rahasia tawakal, sekaligus ungkapan penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah.
Api tidak mampu membakar Nabi Ibrahim AS ketika beliau dilemparkan ke dalamnya, karena saat itu beliau mengucapkan:
حسبنا الله ونعم الوكيل
“Hasbunallahu wa ni‘mal wakil.”
Demikian pula orang-orang kafir tidak mampu menyusul Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabatnya ketika mereka mengucapkan:
حسبنا الله ونعم الوكيل
“Hasbunallahu wa ni‘mal wakil.”
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika