REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melaporkan bahwa dua ekor anak harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) yang pertama kali terlihat pada September 2025 berada dalam kondisi baik. Informasi itu didapat berdasarkan pantauan terbaru di Bentang Alam Kerinci Seblat, Sumatera Barat.
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kemenhut Satyawan Pudyatmoko menyampaikan, hasil pemantauan itu menunjukkan pentingnya pengelolaan kawasan konservasi dan hutan penyangga secara berkelanjutan melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, mitra konservasi, dan para pemangku kepentingan.
Baca Juga- KBRI Tokyo Minta WNI Tenang dan Waspada Usai Gempa Berkekuatan 7,1 Guncang Jepang
- Pigai Larang Gubernur KDM Gelar Sayembara Tangkap Begal, Harap Cuma Guyonan
- Pemerintah Tindak Tegas Penyalahgunaan Vape Mengandung Narkotika
"Setiap anak harimau yang berhasil tumbuh dan bertahan hidup di alam liar adalah harapan bagi masa depan konservasi Indonesia," katanya dalam keterangan diterima di Jakarta, Selasa,
Dia menjelaskan bahwa hasil pemantauan kamera jebak (camera trap) terhadap dua ekor anak harimau sumatra menjadi indikator positif bahwa proses reproduksi satwa terancam punah itu masih berlangsung secara alami. Habitatnya pun masih mampu mendukung kelangsungan hidup satwa kunci tersebut.
Keberhasilan dua ekor anak harimau bertahan hidup hingga memasuki fase remaja juga menjadi salah satu indikator penting keberhasilan upaya perlindungan habitat dan pengamanan kawasan.
Lihat postingan ini di Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara