Nasional

Tetangga RI ini Waspadai Perang Dasar Laut Penentu Hidup-Mati Negara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Australia kini melihat ancaman perang dari tempat yang jarang diperhatikan publik: dasar laut. Bukan tank. Bukan pesawat tempur. Bukan pula rudal jarak jauh. Yang kini menjadi perhatian Canberra...

22 Juni 2026, pukul 08:22 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Australia kini melihat ancaman perang dari tempat yang jarang diperhatikan publik: dasar laut.

Bukan tank. Bukan pesawat tempur. Bukan pula rudal jarak jauh. Yang kini menjadi perhatian Canberra adalah kabel-kabel bawah laut, pipa, jaringan energi lepas pantai, dan infrastruktur sunyi yang menghubungkan Australia dengan dunia.

Baca Juga

Di permukaan, laut terlihat tenang. Namun di bawahnya, ada jalur komunikasi digital yang menentukan hidup-mati ekonomi modern.

Strategi Pertahanan Nasional atau National Defence Strategy (NDS) terbaru Australia menyebut ancaman terhadap infrastruktur bawah laut kritis sebagai salah satu risiko yang tidak lagi bisa diabaikan.

Dalam dokumen itu, pemerintah Australia memperingatkan bahwa “infrastruktur dasar laut yang penting, tulang punggung komunikasi digital Australia, tetap rentan terhadap sabotase oleh negara-negara yang bermusuhan.”

Kalimat itu pendek. Tetapi dampaknya besar. Untuk pertama kalinya, ancaman terhadap critical undersea infrastructure atau CUI mendapat tempat jelas dalam strategi pertahanan Australia. Artinya, perang masa depan tidak hanya dibayangkan terjadi di udara, darat, atau laut permukaan, tetapi juga di kedalaman ribuan meter di bawah samudra.

Mengapa Australia begitu khawatir? Jawabannya dimulai dari letak geografisnya.

Australia adalah sebuah benua-pulau. Hampir seluruh koneksi digitalnya ke dunia luar bergantung pada jaringan kabel bawah laut.

Komodor Michael Turner, Direktur Jenderal Kemampuan Terintegrasi Maritim Angkatan Laut Kerajaan Australia (RAN), mengatakan posisi itu membuat CUI menjadi urat nadi nasional.

“Jika dilihat dari perspektif Australia, Australia adalah sebuah pulau, jadi CUI sangat penting bagi kemakmuran nasional kita,” kata Komodor Turner dalam konferensi Combined Naval Event 2026 di Inggris, sebagaimana diberitakan Naval News beberapa waktu lalu.

Namun itu belum menjelaskan semuanya. Dari sisi data, Australia terhubung dengan dunia melalui 16 kabel bawah laut yang membawa dan menerima 98 persen lalu lintas internet negara tersebut.

Jika kabel itu terganggu, yang terdampak bukan hanya komunikasi pribadi warga, tetapi juga transaksi keuangan, sistem pemerintahan, logistik, energi, dan kemampuan militer.

“Perlindungan infrastruktur tersebut sangat penting bagi kesejahteraan ekonomi kita dan kemampuan kita untuk berperang,” ujar Turner. Di sinilah cerita berubah.

Australia tidak hanya memiliki kabel bawah laut. Negara itu juga memiliki jaringan infrastruktur energi lepas pantai yang luas, terutama di landas kontinen barat laut. Di kawasan itu, sumber daya minyak dan gas menjadi bagian penting dari ekonomi nasional sekaligus kepentingan strategis negara.

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait