JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengungkapkan tiga alasan utama penolakan terhadap rencana konser penyanyi tenor dunia Andrea Bocelli di Indonesia. Alasan tersebut berkaitan dengan dugaan keterlibatan Bocelli dalam penggalangan dana untuk militer Israel, ketentuan fatwa MUI, serta potensi melukai perasaan masyarakat Indonesia yang mendukung Palestina.
Baca Juga
- Netanyahu Ingin Serang Iran Sebelum Pemilu, IDF-Mossad Terbelah
- Iklan Penjualan Tiket Konser Andrea Bocelli Masih Beredar
- Kemenhub Tegaskan tak Ada Penutupan Bandara Akibat Karhutla, Ini Penjelasannya
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim mengatakan, penolakan itu didasarkan pada penelusuran terhadap rekam jejak Bocelli, khususnya partisipasinya dalam sebuah konser penggalangan dana pada 2010.
“Pertama, Andrea Bocelli itu setelah kami telusuri, tahun 2010 tampil dalam sebuah konser yang diselenggarakan oleh The Friends of IDF,” ujar Sudarnoto saat diwawancarai Republika di Kantor MUI, Jakarta Pusat, Senin (26/10/2026).
Menurut Sudarnoto, The Friends of IDF merupakan organisasi yang didirikan kelompok-kelompok Zionis di Amerika Serikat. Acara tersebut, kata dia, dimaksudkan untuk menggalang dana bagi Israel Defense Forces (IDF), militer Israel.
Bocelli disebut turut bernyanyi dalam acara tersebut bersama sejumlah penyanyi lainnya. Sudarnoto mengakui, pihaknya tidak memiliki catatan mengenai besaran sumbangan yang disalurkan melalui acara itu kepada IDF. Namun, ia menilai partisipasi Bocelli dalam konser tersebut menjadi salah satu pertimbangan MUI.
“Dalam kategori MUI, sesuai dengan fatwa MUI, Bocelli itu termasuk pendukung Israel secara tidak langsung,” kata dia.
Sudarnoto menjelaskan, alasan kedua penolakan tersebut berkaitan dengan fatwa MUI mengenai dukungan terhadap Israel dan pihak-pihak yang mendukung negara tersebut.
Poster konser Andrea Bocelli bertajuk Romanza 30th Anniversary World Tour di Indonesia. pada 31 Oktober dan 3 November 2026. - (Dok. Shoemaker Studios)
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika