REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto mengapresiasi langkah Polri bersama Kementerian Pertanian dalam mempercepat swasembada bawang putih nasional. Upaya tersebut dinilai penting mengingat sebagian besar kebutuhan bawang putih Indonesia saat ini masih dipenuhi dari impor.
"Kami apresiasi Polri, khususnya Satgas Percepatan Swasembada Bawang Putih Nasional Polri. Termasuk juga kepada Menteri Pertanian yang telah berhasil swasembada berbagai produk pangan," ujar Titiek saat menghadiri panen raya bawang putih di Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Rabu.
Baca Juga- Polisi Temukan Dugaan Febrie Sembunyikan Harta Kekayaan dari Perkara Korupsi PT Asabri
- Bahlil: Pengembangan Panas Bumi Penting bagi Swasembada Energi RI
- MES Siapkan Empat Tahap Pengembangan Ekonomi Syariah hingga 2030
Titiek mengatakan Komisi IV DPR RI memiliki fungsi pengawasan di sektor pangan. Karena itu, DPR akan terus mengawal berbagai kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan peningkatan produksi pangan nasional.
Menurut dia, kegiatan penanaman dan panen bawang putih merupakan langkah konkret untuk mendukung agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan bawang putih dari luar negeri.
"Kegiatan tanam dan panen bawang putih merupakan bukti nyata dalam upaya mendukung agenda strategis pemerintah di bidang ketahanan pangan," kata Titiek.
Titiek mengingatkan Indonesia sebenarnya pernah mencapai swasembada bawang putih pada 1994. Namun, kondisi itu berbalik karena saat ini sekitar 90 persen kebutuhan bawang putih nasional masih harus dipenuhi melalui impor.
"Kita pernah swasembada, kenapa sekarang tidak mampu lagi swasembada," ujarnya.
Menurut Titiek, pengalaman masa lalu menunjukkan Indonesia memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan bawang putih dari produksi domestik. Tantangannya sekarang adalah membangun kembali kapasitas produksi secara konsisten dan berkelanjutan.
Ia mengatakan swasembada pangan juga menjadi salah satu agenda yang dijanjikan Presiden. Karena itu, pencapaiannya tidak dapat hanya dibebankan kepada Kementerian Pertanian maupun petani.
"Yang paling penting adalah kondisi sesuai dengan janji Presiden. Swasembada ini tidak bisa dilakukan satu pihak, tapi perlu keterlibatan semua pihak sesuai peran masing-masing," kata Titiek.
Titiek menilai kolaborasi lintas lembaga menjadi salah satu kunci mempercepat pencapaian target tersebut. Keterlibatan pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat, kelompok tani, dan petani dinilai perlu berjalan dalam satu arah.
Menurut dia, keberlanjutan penanaman juga harus menjadi perhatian agar peningkatan produksi tidak hanya terjadi pada satu musim. Program swasembada memerlukan kesinambungan dari proses penyediaan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga panen.
Sembalun menjadi salah satu wilayah yang ikut menopang program tersebut. Kawasan di Kabupaten Lombok Timur itu menjadi lokasi panen raya sekaligus bagian dari gerakan perluasan penanaman bawang putih.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara