REPUBLIKA.CO.ID,TEHERAN — Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan bahwa jalur aman melintasi Selat Hormuz hanya dapat diakses melalui rute yang telah ditetapkan oleh Iran. Teheran menolak jalur navigasi baru yang baru-baru ini diumumkan. Mereka menegaskan, setiap kapal wajib berkoordinasi langsung dengan otoritas angkatan laut Iran.
Dalam pernyataan resmi Angkatan Laut IRGC, Teheran menyebutkan bahwa "sejumlah pihak berwenang" secara sepihak mengumumkan rute pelayaran baru di jalur air strategis tersebut "tanpa mengonfirmasi atau berkoordinasi dengan Republik Islam Iran." Teheran menegaskan langkah tersebut "tidak dapat diterima dan sangat berbahaya."
Baca Juga- Menag Minta Peringatan 10 Muharram Jadi Tradisi Lebaran Anak Yatim Nasional
- Eks Menag Yaqut Keluar Lagi dari Rutan KPK, Ini Alasannya...
- Bea Cukai Setujui Izin Perlakuan Tertentu bagi PT Doocheon Automotive Indonesia
Pernyataan itu menekankan bahwa satu-satunya jalur pelayaran yang sah di Selat Hormuz adalah rute yang ditunjuk oleh Iran. Mereka memperingatkan bahwa navigasi di luar koridor tersebut statusnya "sangat berbahaya dan dilarang."
Sebuah bilboard ukuran raksasa merujuk pada Selat Hormuz dengan teks berbahasa Persia yang artinya Selamanya dalam genggaman Iran, ditampilkan di Teheran, Iran, 15 April 2026. - (EPA/Abedin Taherkenareh)
"Seluruh kapal diperingatkan untuk benar-benar menghindari navigasi di luar rute yang telah ditentukan," demikian pernyataan Angkatan Laut IRGC. Mereka menambahkan bahwa koordinasi melalui Channel 16 dengan pasukan angkatan laut Iran bersifat wajib dan "kapal yang melanggar akan ditindak tegas."
Selat Hormuz, yang merupakan titik sempit maritim yang menghubungkan Teluk dengan Laut Arab, tetap menjadi salah satu koridor pelayaran paling sensitif di dunia. Wilayah ini kerap menjadi pusat perebutan klaim atas pengelolaan navigasi dan prosedur keselamatan maritim.
Kedua belah pihak sebelumnya telah menegaskan kembali komitmen mereka untuk menjaga selat tetap terbuka bagi navigasi internasional. Di sisi lain, mereka tetap mempertahankan kedaulatan atas perairan teritorial masing-masing, sekaligus menggarisbawahi pentingnya koordinasi strategis yang berkelanjutan demi memastikan stabilitas di jalur air tersebut.
View this post on InstagramLoading... Ikuti Whatsapp Channel Republika