ANKARA — Wakil Presiden Turki Cevdet Yilmaz menyebut Israel sebagai penyebab melonjaknya harga energi global. Hal itu terkait dengan perang yang dikobarkan Tel Aviv.
“Akibat perang yang bermula dari provokasi Israel, kita menyaksikan tekanan yang ditimbulkan oleh harga energi dunia terhadap perekonomian kita,” ujar Yilmaz saat berpidato dalam acara pembukaan 42nd Ministerial Meeting of the Standing Committee for Economic and Commercial Cooperation of the Organization of Islamic Cooperation (COMCEC) di Istanbul, Senin (2/11/2026), seperti dilaporkan Anadolu Agency.
Baca Juga- Trump Picu Perang Iran, Perusahaan Minyak Dunia Untung Besar, Laba Naik Lebih dari 100 Persen
- CPOPC Dorong Inovasi dan Keberlanjutan Industri Minyak Nabati
- Rupiah Mendekati Rp 18.200, Harga Minyak dan Pengumuman MSCI Jadi Pemicu
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya mempererat kerja sama regional. “Khususnya dalam menjamin ketahanan energi,” ujarnya.
Dia menekankan COMCEC merupakan pilar penting dari Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Beranggotakan 57 negara dengan populasi lebih dari 2,1 miliar jiwa, produk domestik bruto OKI telah mendekati 10 triliun dolar AS.
Pada kesempatan itu, Yilmaz turut menyoroti pendudukan Israel atas Palestina. Dia berpendapat, pendudukan, termasuk aksi kekerasan pemukim, pengusiran paksa, dan penindasan sistematis terhadap rakyat Palestina selama bertahun-tahun, khususnya di Jalur Gaza, telah menorehkan luka yang tak kunjung sembuh dalam nurani kemanusiaan.
Yilmaz mengaku sangat prihatin atas terus bertambahnya korban jiwa akibat serangan Israel di Gaza. Padahal, gencatan senjata di Gaza, yang dalam proses negosiasinya turut melibatkan Turki sebagai mediator, sudah disepakati sejak Oktober tahun lalu.
“Pendudukan dan serangan Israel yang terus berlangsung di Palestina mengancam keamanan rakyat Palestina serta stabilitas kawasan,” ujar Yilmaz menegaskan.
Menurutnya, komunitas global, terutama dunia Islam, harus berperan dalam mengatasi krisis di Gaza dan wilayah Palestina. “Pada tahap ini, mengambil langkah konkret untuk membuka jalan bagi rekonstruksi Gaza, menghentikan genosida di wilayah Palestina yang diduduki, serta mempertahankan upaya internasional. Terlepas dari siapa pun yang memegang pemerintahan di Israel, (ini) merupakan tanggung jawab utama kita semua,” ucapnya.
Yilmaz mencatat COMCEC tengah melaksanakan Program Al-Quds yang dirancang khusus untuk rakyat Palestina. Dia menambahkan upaya itu terus berjalan melalui 10 proyek baru yang diluncurkan tahun ini, di samping 28 proyek lainnya yang telah rampung.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara