Nasional

UBSI Gandeng Praktisi Global Perkuat Riset dan Kolaborasi Internasional

JAKARTA — Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) resmi menutup rangkaian Program Diaspora Berdampak lewat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan penyerahan Surat Keputusan (SK) Adjunct Associate Professor, Rabu (16/9)....

30 Oktober 2026, pukul 08:18 WIB · dibaca 0 kali

JAKARTA — Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) resmi menutup rangkaian Program Diaspora Berdampak lewat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan penyerahan Surat Keputusan (SK) Adjunct Associate Professor, Rabu (16/9). Momentum ini menjadi langkah konkret kampus, dalam memperkuat jejaring riset global dan transfer keahlian praktisi industri ke lingkungan akademik.

Kegiatan yang dipandu oleh moderator Jenie Sundari, M.Kom ini, menghadirkan penyerahan SK secara resmi kepada praktisi teknologi industri global, Luiz Rizki Ramelan, S.T., M.Eng., M.Sc. Luiz memegang rekam jejak lebih dari sepuluh tahun di bidang low-level software engineering, perancangan sistem tertanam (embedded systems), serta otomatisasi mekatronika cerdas.

Baca Juga

Ketua Program Studi (Prodi) Software Engineering (RPL) UBSI sekaligus penerima Hibah Diaspora Berdampak, Dr. Taufik Baidawi menegaskan, penutupan program ini bukan akhir dari kerja sama, melainkan awal kolaborasi jangka panjang.

"Rangkaian kegiatan Diaspora Berdampak ini tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dibangun secara bertahap mulai dari pengembangan proposal riset, penguatan keilmuan, pendampingan peneliti muda, publikasi internasional, hingga membangun komitmen kolaborasi jangka panjang," ujarnya dalam sambutan pembuka.

Ia menjelaskan, sebelum mencapai puncaknya pada penetapan Adjunct Associate Professor, program ini melewati enam tahapan strategis. Tahapan dimulai dari workshop penyiapan proposal hibah internasional Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM), penguatan keilmuan mekatronika cerdas agroindustri, hingga mentoring komunitas riset muda.

“Program berlanjut dengan pendampingan naskah ilmiah melalui workshop paper sprint review draf publikasi internasional. Sivitas akademika kemudian menyepakati rencana riset bersama lewat Collaboration Plan & Joint Authorship Commitment Letter sebelum meresmikan keterlibatan praktisi diaspora,” jelasnya.

Melalui kemitraan ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif, memfasilitasi mahasiswa dan dosen untuk menyerap langsung dinamika kebutuhan industri dari perspektif global. Komitmen kerja sama berkelanjutan tersebut diharapkan mampu mempercepat internasionalisasi kampus sekaligus meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan inovasi teknologi secara berkesinambungan.

Lihat di situs asli

Berita terkait