PALEMBANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di 17 kabupaten dan kota meningkatkan daya saing agar mampu bertahan sekaligus berkembang di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.
"Peningkatan daya saing usaha perlu dilakukan agar pelaku UMKM bisa bertahan dan berkembang di tengah persaingan ketat," kata Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang di Palembang, Rabu.
Baca Juga- Larangan Berbicara ketika Buang Hajat
- Setelah Gaza, Israel Kini Terang-Terangan Bertekad Caplok Lebanon Selatan
- Tim SMA MHIS Raih 14 Emas dari Kompetisi ORBIT-C 2026 di China
Menurut Cik Ujang, Pemprov Sumsel terus menjalankan sejumlah program pembinaan bagi pelaku UMKM. Pembinaan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan pelaku usaha dalam mengelola dan mengembangkan bisnisnya.
Program yang diberikan antara lain pelatihan manajemen usaha, pengelolaan keuangan, pengembangan usaha, hingga peningkatan kualitas kemasan produk.
Pemprov Sumsel juga mendorong pelaku UMKM lebih aktif melakukan promosi. Pemasaran tidak hanya dilakukan dengan menawarkan produk secara langsung kepada calon konsumen, tetapi juga memanfaatkan media sosial dan kanal digital.
Pemanfaatan teknologi digital dinilai semakin penting karena memungkinkan pelaku UMKM menjangkau konsumen yang lebih luas tanpa dibatasi wilayah pemasaran secara konvensional.
Melalui pembinaan tersebut, pelaku UMKM yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Sumsel diharapkan mampu menjalankan usahanya secara lebih baik dan berkelanjutan.
Selain penguatan kemampuan usaha, Pemprov Sumsel juga berupaya memperluas akses pembiayaan. Lembaga keuangan didorong menjadi mitra pelaku UMKM yang membutuhkan tambahan modal untuk meningkatkan kapasitas produksi maupun mengembangkan usaha.
Akses permodalan menjadi salah satu faktor penting bagi UMKM, terutama ketika pelaku usaha ingin meningkatkan volume produksi, membeli peralatan, memperluas pemasaran, maupun mengembangkan produk baru.
Namun, peningkatan daya saing UMKM tidak hanya bergantung pada tambahan modal. Pelaku usaha juga dituntut semakin baik dalam mengelola keuangan dan memahami kondisi usahanya.
Pencatatan pemasukan dan pengeluaran, pemisahan antara keuangan pribadi dan usaha, hingga kemampuan menghitung biaya produksi menjadi bagian penting agar perkembangan usaha dapat diukur secara lebih akurat.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara