Nasional

Update Korban Gempa NTT: 72 Meninggal Dunia, 900 Luka-luka

BNPB melaporkan 72 korban meninggal akibat gempa NTT. Selain itu, 900 orang luka-luka dan 82.691 mengungsi. Status tanggap darurat ditetapkan 14 hari.

20 Agustus 2026, pukul 06:36 WIB · dibaca 0 kali

Nasional Peristiwa Update Korban Gempa NTT: 72 Meninggal Dunia, 900 Luka-luka CNN Indonesia Kamis, 20 Agu 2026 13:36 WIB Bagikan: url telah tercopy Petugas memberikan minum kepada korban gempa sebelum dievakuasi, di Ronting, Lamba Leda, Manggarai Timur, NTT, Selasa (18/8/2026). (Foto: ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF) Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 72 jiwa.

Jumlah itu berdasarkan update data Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom) BNPB per Kamis (20/8) pukul 09.00 WIB.

Lihat Juga :Waspada Gempa Susulan di NTT hingga 3 Pekan, Warga Diminta Tak Panik

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"72 orang meninggal dunia," demikian dikutip dari data Pusdatinkom BNPB.

Pusdatinkom BNPB juga mencatat korban luka-luka sebanyak 900 orang, 82.691 orang mengungsi serta 18.019 kepala keluarga (KK) terdampak.

Kemudian untuk kerugian materil tercatat ada 29.001 rumah rusak. Rinciannya, 11.699 rumah rusak berat, 6.542 rumah rusak sedang dan 10.760 rumah rusak ringan.

Lalu, 804 fasilitas pendidikan terdampak, 237 fasilitas kesehatan terdampak, 195 rumah ibadah terdampak, 257 unit kantor terdampak, satu gudang Bulog terdampak.

Selanjutnya, sembilan fasilitas irigasi terdampak, 116 fasilitas umum terdampak, 45 titik jalan terdampak, satu pasar terdampak serta 16 jembatan terdampak.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu (15/8). Gempa berpusat di Kabupaten Nagakeo.

Pemprov NTT telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi selama 14 hari, terhitung mulai 15 hingga 28 Agustus 2026.

Sebelumnya, Kepala BNPB Letjen Suharyanto menyebut gempa susulan masih berpotensi terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga 2-3 minggu ke depan. Ia mengimbau masyarakat tidak panik.

Lihat Juga :Wapres Gibran Ajak Mahasiswa UI ke NTT Bantu Korban Gempa

Suharyanto menjelaskan berdasarkan hasil pemantauan BMKG, gempa susulan yang terjadi cenderung memiliki kekuatan lebih kecil dibandingkan gempa utama

"Jangan panik, tetapi tetap waspada. Selama 2-3 minggu ke depan menurut BMKG gempa susulan itu mungkin masih terjadi. Tetapi gempa-gempa itu tidak sebesar gempa utama. Bahkan jika ada isu akan terjadi tsunami menurut BMKG itu tidak mungkin. Ini menurut riset ilmu pengetahuan," kata Suharyanto saat menemui penyintas di Desa Peozaka Ramba, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Rabu (19/8) seperti dikutip dari keterangan tertulis.

(wis/dis/wis) Bagikan: url telah tercopy
Lihat di situs asli

Berita terkait