REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sebanyak 20 kepala keluarga di RW 10, Desa Cibiru Wetan, Kabupaten Bandung, mendapat akses air bersih layak setelah sistem filterisasi otomatis diterapkan pada awal Agustus 2026. Teknologi tersebut mengatasi persoalan air sumur pompa dan sumur galian warga yang sebelumnya berwarna kekuningan serta berbau besi.
Sistem tersebut merupakan hibah dari tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Teknik Komputer Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui program “Penerapan Teknologi Water Filtering System bagi Desa Cibiru Wetan dalam Rangka Peningkatan Indikator SDG’s Akses Air Bersih dan Sanitasi”.
Baca Juga- 214 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan untuk Warga Terdampak Gempa di Flores
- 1.700 KK di Slangit Cirebon Langganan Krisis Air Bersih Tiap Kemarau
- Kemarau Melanda Maros, 6.738 KK Kesulitan Mendapatkan Air Bersih
Program ini diketuai Anugrah Adiwilaga, dengan anggota Munawir, Muhammad Taufik Dwi Putra, Deden Pradeka, Devi Aprianti Rimadhani Agustini, serta Zahra Khaerunnisa.
Pelaksanaan di lapangan turut melibatkan mahasiswa Pascalis Alvin, Bagas Yogta, Dimastio Setiawan, Ikhwan Rizki, dan Lumban Tobing Jonathan. Selain memasang teknologi filterisasi, tim juga memberikan pelatihan kepada warga mengenai pengoperasian dan perawatan perangkat.
Sistem penyaringan tersebut menggunakan beberapa tahapan. Air terlebih dahulu melewati tabung FRP yang berisi zeolit, pasir silika, manganese greensand, dan karbon aktif, kemudian dilanjutkan dengan penyaringan membran ultrafiltrasi serta sterilisasi menggunakan sinar ultraviolet dan injeksi hidrogen peroksida yang dikendalikan unit mikrokontroler.
Penerapan teknologi tersebut tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan air dengan kualitas yang lebih baik, tetapi juga membangun kemampuan masyarakat dalam mengelola fasilitas secara mandiri. Warga dilibatkan sejak tahap instalasi hingga diberikan pemahaman mengenai pemeliharaan perangkat.
Program diawali dengan sosialisasi di Balai Desa Cibiru Wetan pada Kamis (6/8/2026). Instalasi fisik yang melibatkan warga kemudian dilakukan pada Jumat hingga Sabtu (7-8/8/2026) sehingga sistem dapat segera dimanfaatkan.
Ketua RW 10 Desa Cibiru Wetan Adi M Lukman mengapresiasi hibah teknologi tersebut. Ia mengatakan warga akan membentuk kepengurusan khusus untuk memastikan fasilitas air bersih dapat dirawat dan dioperasikan secara berkelanjutan.
"Kami sangat berterima kasih atas hibah ini, ke depannya kami akan membuat susunan kepengurusan khusus yang bertugas merawat dan mengurus operasional fasilitas air bersih ini,” kata dia.
Program PkM tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung target pembangunan berkelanjutan, terutama Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan keenam mengenai akses air bersih dan sanitasi, tujuan ketiga mengenai kesehatan, serta tujuan kesembilan mengenai inovasi dan infrastruktur.
Tim PkM Prodi Teknik Komputer UPI menjadwalkan evaluasi efektivitas kualitas air dan tingkat pemahaman warga dalam perawatan perangkat pada Rabu (2/9/2026). Pemantauan menyeluruh untuk mengidentifikasi kendala teknis dan nonteknis juga dilakukan pada Jumat (4/9/2026).
Evaluasi tersebut menjadi tahap penting untuk memastikan teknologi yang telah dihibahkan tidak berhenti pada pemasangan, tetapi dapat terus berfungsi dan dikelola masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Ikuti Whatsapp Channel Republika