Nasional

Viral Asap Dalam Tanah di Mamuju, BPBD Imbau Warga Tak Mendekat

Video asap keluar dari tanah di Desa Botteng, Mamuju, viral. BPBD Sulbar belum terima laporan dan imbau masyarakat waspada terhadap potensi bahaya.

19 Oktober 2026, pukul 07:15 WIB · dibaca 0 kali

Nasional Peristiwa Viral Asap Dalam Tanah di Mamuju, BPBD Imbau Warga Tak Mendekat CNN Indonesia Senin, 19 Okt 2026 14:15 WIB Bagikan: URL berhasil disalin Ilustrasi. BPBD Sulsel mengaku belum menerima informasi terkait video viral asap keluar dari tanah di Mamuju. (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI) Daftar Isi
Makassar, CNN Indonesia --

Sebuah video yang memperlihatkan asap keluar dari dalam tanah di Desa Botteng, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), viral di media sosial.

Kepala BPBD Sulbar Muhammad Yasir Fattah mengaku belum menerima laporan maupun koordinasi dari BPBD Kabupaten Mamuju terkait fenomena yang viral pada Minggu (18/10) tersebut.

"Belum ada (koordinasi). Harus kabupaten dulu yang memeriksa," kata Yasir dalam keterangannya, Senin (19/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BPBD Sulbar akan meminta laporan kepada BPBD Kabupaten Mamuju untuk mengetahui kondisi di lokasi, termasuk kemungkinan penyebab munculnya asap dari dalam tanah.

"Pasti kita akan minta laporannya terkait itu. Cuma mungkin dia belum buat laporannya. Kalau memang dia tidak ada, nanti kami akan bertanya ke sana terkait itu," ungkapnya.

Pilihan Redaksi

Yasir meminta masyarakat tidak melakukan penggalian atau tindakan lain di sekitar titik keluarnya asap yang berpotensi membahayakan keselamatan.

"Imbauan untuk sementara ini, tetap masyarakat waspada dulu. Jangan terlalu mendekat ke situ, karena kita belum tahu apa itu," katanya.

Menurut Yasir, terdapat kemungkinan bahaya kebakaran di bawah permukaan tanah. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab munculnya asap di Desa Botteng.

"Saya lihat itu dia gali-gali. Seharusnya dia tidak melakukan itu. Takutnya ada kebakaran di bawah. Itu akan membahayakan masyarakat," tuturnya.

(mir/isn) Bagikan: URL berhasil disalin
Lihat di situs asli

Berita terkait