REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengaku bakal memikirkan langkah meminjam uang di tengah kekhawatiran APBD defisit karena memenuhi kebutuhan yang ada. Namun, ia memastikan belanja pegawai Pemkot Bandung masih dalam kondisi aman.
"Alhamdulillah, aman. Insya Allah gajian pegawai mah aman pisan," ucap dia kepada wartawan, Kamis (20/8/2026).
Baca Juga- APBD Defisit Rp74 Miliar, Bagaimana Nasib Gaji ASN dan Program di Kota Cimahi?
- Sempat Marah-Marah, Walkot Bandung Farhan Batal Segel Lapangan Padel di Kasus Penebangan Pohon
- Walkot Farhan: Pelaku Penebangan 10 Pohon di Depan Lapangan Padel Terancam 3 Tahun Penjara
Pemkot Bandung, kata Farhan, sedang memikirkan strategi apabila terjadi defisit anggaran. Farhan mengatakan ketika kebutuhan yang diperlukan banyak maka potensi defisit dapat terjadi.
Karena itu, Pemkot Bandung berupaya mencari pembiayaan. Salah satu yang dicontohkan yaitu Pemprov Jabar berencana meminjam Rp 3,7 triliun karena defisit APBD.
"Kami juga melakukan hal yang sama. Istilahnya bukan pinjaman, tetapi pembiayaan," ungkap dia.
Ia mengatakan pembiayaan dapat dimanfaatkan dari mana saja. Termasuk kemungkinan dari APBD Provinsi Jawa Barat, APBN, investasi perusahaan atau BUMN.
"Pembiayaan bisa dari mana saja, mungkin dari APBD Provinsi, mungkin dari APBN, mungkin dari investasi perusahaan dan BUMN," kata dia. Ia menambahkan pihaknya masih menerima sedikit dana bagi hasil dari Pemerintah Pusat.
Ikuti Whatsapp Channel Republika