REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Warga terdampak polusi debu dari industri pengolahan batu kapur di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat berbondong-bondong mendatangi cek kesehatan gratis (CKG) pada Senin (27/7/2026). Pemeriksaan kesehatan dilakukan empat Puskesmas di wilayah Padalarang dan Cipatat.
Paparan debu kapur disebut membuat sejumlah warga mengalami gatal-gatal, iritasi mata, hingga gangguan pada tenggorokan dan pernapasan. Seperti yang dialami Rina Agustina (31 tahun) dan keluarganya, warga Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, mengatakan dampak debu kapur paling dirasakan oleh anak-anaknya. Mereka mengalami bintik-bintik pada kulit disertai rasa gatal hingga kulit melepuh.
Baca Juga- KDM Sidak Wilayah Cipatat yang Diselimuti Polusi Debu Tambang Kapur, Bupati Jeje Bilang Begini
- KDM Soroti Gaji Rendah Pekerja dan Pencemaran Tambang Kapur, Bagian Bawah Gunung Sudah Dikeruk
- Gubernur KDM Bakal Tutup Permanen 5 Pabrik Batu Kapur di Bandung Barat, Ini Pelanggarannya
"Kalau anak-anak saya sekarang kulitnya bintik-bintik terus mengeluhkan gatal-gatal. Kulitnya melepuh. Terus kalau malam anak-anak suka batuk," tutur Rina di Perpusdes Padalarang.
Menurutnya, keluhan tersebut diduga berkaitan dengan paparan debu yang berasal dari aktivitas industri pengolahan kapur di sekitar permukiman. Sebab rumahnya memang tidak terlalu jauh dari aktivitas pengolahan batu kapur yang debunya makin menjadi sejak musim kemarau.
"Memang dari dulu debu kapur ada. Cuma beberapa tahun belakang ini memang lebih parah," ucap Rina.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika