Nasional

Way Kambas Didorong Jadi Pusat Konservasi Gajah Berstandar Internasional

REPUBLIKA.CO.ID, LAMPUNG TIMUR — Taman Nasional Way Kambas (TNWK) didorong menjadi pusat konservasi gajah Sumatra berstandar internasional melalui penguatan fasilitas, penanganan interaksi gajah dan manusia, serta pengelolaan kawasan yang tetap...

17 Agustus 2026, pukul 07:00 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, LAMPUNG TIMUR — Taman Nasional Way Kambas (TNWK) didorong menjadi pusat konservasi gajah Sumatra berstandar internasional melalui penguatan fasilitas, penanganan interaksi gajah dan manusia, serta pengelolaan kawasan yang tetap memperhatikan kondisi ekologis. Pengembangan tersebut dikawal melalui peninjauan tim ahli dari Indonesia dan Thailand bersama Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di TNWK, Sabtu (15/8/2026).

Tim meninjau sejumlah lokasi pembangunan sarana dan prasarana di TNWK untuk melihat perkembangan pekerjaan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan teknis di kawasan konservasi. Peninjauan melibatkan delegasi Elephant Nature Park (ENP) Thailand yang dipimpin Saengduean Chailert serta tim ahli Wilderness (PT Living Landscapes Indonesia) yang dipimpin Keren Brooks.

Baca Juga

Ketua Komite Gabungan, Brigjen TNI Sriyanto, mengatakan peninjauan tersebut diperlukan untuk menyelaraskan pembangunan fasilitas dengan kebutuhan pengelolaan kawasan konservasi.

“Kegiatan peninjauan progres percepatan pembangunan Taman Nasional Way Kambas oleh Tim ENP Thailand dan Tim Wilderness merupakan bentuk perhatian dan koordinasi dalam rangka memastikan perkembangan pembangunan sarana dan prasarana di kawasan TNWK berjalan sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan,” jelas Sriyanto dalam siaran pers, Senin (17/8/2026).

Menurut Sriyanto, pembangunan fasilitas tetap perlu memperhatikan prinsip kehati-hatian karena TNWK merupakan kawasan dengan fungsi konservasi. Koordinasi dengan tim ahli juga diperlukan agar sarana yang dibangun mendukung pengelolaan gajah Sumatra dan tidak mengabaikan kondisi lingkungan.

Pengembangan TNWK tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik. Penguatan sistem mitigasi interaksi gajah dan manusia juga menjadi perhatian, mengingat keberadaan gajah Sumatra berkaitan erat dengan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan.

Tokoh masyarakat sekaligus budayawan Lampung, Ansori Djausal, mengatakan pengembangan TNWK memiliki pijakan sejarah panjang sebagai kawasan konservasi. Menurutnya, pengalaman pengelolaan kawasan tersebut dapat menjadi modal untuk memperkuat posisi Way Kambas dalam konservasi gajah.

“Way Kambas yang sekarang telah menjadi kawasan konservasi yang penting dengan Pusat Konservasi Badak. Konservasi Gajah pertama di Indonesia tidak lepas dari keberhasilan merubah kawasan bekas HPH menjadi kawasan konservasi sebagai Taman Nasional awal 80an. Demikian juga dengan sebuah pekerjaan besar ‘menyelamatkan’ semua gajah dari perbatasan Sumsel masuk ke Way Kambas pertengahan 80an yang dikenal dengan kegiatan TATA LIMAN (86),” ungkap Ansori.

Ansori mengatakan pengembangan TNWK sebagai pusat konservasi berstandar internasional membutuhkan dukungan berbagai pihak serta konsistensi dalam menjaga fungsi kawasan.

“Mendukung upaya konservasi, terlebih menjadi percontohan dunia yang berada di Indonesia dalam pengembangan dan pelestarian satwa seperti gajah Sumatra,” ujar Ansori.

Sejumlah fasilitas yang dikembangkan di TNWK mencakup penyediaan air bersih dan tempat tinggal yang layak bagi gajah, sistem mitigasi interaksi satwa dan manusia, serta sarana pendukung seperti skywalk dan menara pandang.

Pengembangan fasilitas tersebut juga mencakup sarana edukasi di sejumlah pos pantau untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat sekitar. Konsep pengembangan TNWK mengusung semangat “TNWK adalah Kita” dengan mempertemukan kebutuhan konservasi, kondisi lingkungan, dan kepentingan masyarakat.

Evaluasi terhadap pembangunan akan dilakukan secara berkala untuk memastikan fasilitas yang dikembangkan dapat mendukung pengelolaan kawasan dan konservasi gajah Sumatra dalam jangka panjang.

Lihat di situs asli

Berita terkait