REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- WhatsApp mengumumkan fitur keamanan baru bernama Scam Alert, yang dirancang untuk membantu pengguna mengenali pesan penipuan atau scam. Fitur ini menggunakan model machine learning yang berjalan langsung di perangkat pengguna.
"Fitur ini melengkapi enkripsi end-to-end sekaligus mengenali penipuan. Fitur ini bersifat opsional dan baru bekerja setelah pengguna mengaktifkannya," demikian kata perusahaan induk WhatsApp, Meta, dalam pernyataan dilansir Forbes, Ahad (16/8/2026).
Baca Juga- Ketika Waduk Menjadi Penjaga Sawah dan Sandaran Pengharapan Warga
- Pesta Rakyat HUT RI di Monas: 780 UMKM Siapkan 600 Ribu Porsi Kuliner Gratis
- Prakiraan Cuaca Jakarta 17 Agustus 2026: Cerah Berawan di Hari Kemerdekaan
Setelah diaktifkan, model machine learning akan diunduh ke perangkat pengguna. Model tersebut kemudian menjalankan proses inferensi untuk mengklasifikasikan apakah pesan masuk dari pengguna yang bukan kontak memiliki pola yang sesuai dengan modus penipuan yang telah dikenal.
Meta menyebut model tersebut berukuran cukup kecil dan relatif sederhana sehingga dapat berjalan langsung di perangkat tanpa membutuhkan komponen di sisi server.
"Tak ada isi pesan yang meninggalkan perangkat untuk klasifikasi atau secara otomatis dilaporkan kepada WhatsApp, Meta, atau pihak lain," kata tim teknis Meta dalam pengumumannya.
Model Al pada Scam Alert dilatih menggunakan pola penipuan yang sebelumnya dilaporkan pengguna kepada WhatsApp. Klasifikasi dilakukan secara probabilistik dengan mempertimbangkan struktur percakapan dan sinyal linguistik.
Artinya, sistem berusaha melihat pola komunikasi yang menyerupai modus penipuan yang telah diketahui, bukan sekadar bergantung pada satu kata atau frasa tertentu.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika