REPUBLIKA.CO.ID, JOMBANG -- Tokoh perempuan NU Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid menyebut rekonsiliasi mutlak dilakukan setelah Muktamar Ke-35 NU untuk menyatukan kelompok yang mengalami gesekan internal.
"Siapa pun yang memenangkan, akan terpilih, maka kewajiban utamanya adalah menyatukan seluruh faksi yang sekarang terlibat dalam pertikaian," kata Yenny dalam keterangannya di Jombang, Jawa Timur, Rabu.
Baca Juga- Menhaj Usulkan BPIH 2027 Rp 107,34 Juta per Jamaah, Ini Alasannya
- Jejak Koin Dinasti Umayyah di Tapanuli: Kisah Doktrin Tauhid Khalifah Melawan Ideologi Bizantium
- Persiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Capai 80 Persen
Putri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu mengatakan Muktamar Ke-35 NU tidak boleh hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum mengakhiri ketegangan dan memperkuat persatuan warga NU.
Yenny menilai kepengurusan PBNU hasil muktamar perlu segera melakukan konsolidasi dan rekonsiliasi secara menyeluruh agar soliditas organisasi kembali terjaga.
Menurut dia, proses rekonsiliasi harus dilakukan tanpa mengutamakan kepentingan kelompok atau faksi tertentu. Seluruh elemen NU perlu kembali berpegang pada prinsip dasar dan warisan para pendiri organisasi.
Lihat postingan ini di Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara