REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) berbeda dengan toko ritel modern atau supermarket.
Zulkifli menjelaskan selama ini banyak masyarakat yang salah paham terkait dengan keberadaan Koperasi Desa. Banyak yang beranggapan bahwa Koperasi Desa akan menggantikan toko ritel modern.
Baca Juga- Polemik Bangunan Kopdes Merah Putih di Atas Sawah, Wamentan Sebut Serba Salah
- 10 Asosiasi Desa Dukung Kopdes, Sebut Koperasi Ikut Suplai Barang ke Warung-Warung Kecil
- Menkop Ungkap Gaji Pegawai Kopdes Merah Putih Disesuaikan dengan Pendapatan Koperasi
"Bukan supermarket," Zulkifli ditemui sebelum menghadiri rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan Koperasi Desa berfungsi sebagai offtaker atau bertindak sebagai penyerap hasil dari petani, peternak, maupun nelayan.
Menurutnya, hal ini sangat diperlukan agar petani, peternak dan juga nelayan bisa mendapatkan harga yang pantas atau tidak di bawah standar. "Itu kalau harga gabahnya di bawah standar yang kita tentukan, maka koperasi bisa take over, beli gabah, jagung, dan lain-lain ya," terang Zulkifli.
Lihat postingan ini di Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara