Nasional

2 Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Semarang Soroti Karhutla: Bayi ISPA, Satwa Lari ke Luar Negeri

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Sekitar 2.000 mahasiswa dari sejumlah universitas di Kota Semarang menggelar demonstrasi di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Kamis (22/10/2026) sore. Mereka menyuarakan berbagai kritik dan tuntutan...

22 Oktober 2026, pukul 13:51 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Sekitar 2.000 mahasiswa dari sejumlah universitas di Kota Semarang menggelar demonstrasi di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Kamis (22/10/2026) sore. Mereka menyuarakan berbagai kritik dan tuntutan dalam rangka dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Salah satu isu yang mereka suarakan adalah perihal penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan. Salah satu peserta aksi, Lusi, mahasiswi Universitas Negeri Semarang (Unnes), menilai, cara pemerintah menangani karhutla sangat kacau. “Karhutla ini penanggulangannya benar-benar lambat. Sampai negara-negara luar harus membantu,” ujarnya saat diwawancara di lokasi.

Baca Juga

Meski ditawari bantuan, Lusi berpendapat, respons Presiden Prabowo tidak memadai. “Efeknya, warga yang terdampak mengidap ISPA, termasuk anak kecil, bayi. Bahkan hewan peliharaan pun yang mereka enggak punya pikiran seperti manusia, ikut menjadi korban,” ucapnya.

Selain itu, Lusi mengatakan, satwa endemik, seperti orang utan, misalnya, turut terdampak karhutla. “Kemarin saya lihat berita hewan-hewan endemik Indonesia bahkan sampai pindah ke Brunei Darussalam. Dan di situ saya malu banget waktu baca berita itu. Waktu lihat videonya benar-benar enggak habis pikir,” ujar dia.

Menurut Lusi, karhutla pun telah mencoreng nama Indonesia di dunia internasional. “Indonesia jadi jelek namanya karena asap karhutla itu sampai ke luar negeri juga,” katanya.

Dalam demonstrasi di depan Kantor Gubernur Jateng, sejumlah massa aksi membawa poster-poster yang antara lain bertuliskan, “All eyes on karhutla”, “Save Kalimantan”, dan “Usut tuntas ilegal logging”. Lira, mahasiswi Unnes, turut berpartisiasi dalam demonstrasi di depan Kantor Gubetnur Jateng.

Lira secara pribadi mengaku sangat tidak puas dengan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. “Saya sebagai warga dan mahasiswa harus bilang, ini kacau banget sih pemimpinnya. Daripada presiden yang lalu, ini kacau banget,” ucapnya.

Dia menambahkan, salah satu hal yang paling kacau adalah penanganan karhutla di Sumatra dan Kalimantan. “Karena dari awal sampai sekarang enggak padam-padam. Menurut saya ini harus ada tindak lanjutnya,” kata Lira.

Lira pun mengkritik program seperti Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut dia, dana untuk kedua program tersebut seharusnya bisa dipakai untuk mengoptimalkan penanganan bencana di berbagai daerah di Tanah Air, termasuk karhutla.

Lira mengungkapkan, dalam salah satu poster yang dibawa mahasiswa bertuliskan, “If we burn, you burn with us”. “Itu tuh artinya kalau kita terbakar, Prabowo juga harus ikut terbakar sama kita. Dia harus ikut merasakan penderitaan, karena menurut saya dia cuma melihat dari atas,” ujarnya.

Lihat di situs asli

Berita terkait