Nasional

22 Hari Karhutla di Kawasan Karst Pangkep, Api Belum Padam

Kebakaran hutan di Taman Nasional Pangkep telah berlangsung 22 hari. Penanganan fokus pada pemantauan titik api, meski kondisi terkendali.

27 Oktober 2026, pukul 08:55 WIB · dibaca 0 kali

Nasional Peristiwa 22 Hari Karhutla di Kawasan Karst Pangkep, Api Belum Padam CNN Indonesia Selasa, 27 Okt 2026 15:55 WIB Bagikan: URL berhasil disalin Ilustrasi. Kebakaran hutan di Taman Nasional Pangkep telah berlangsung 22 hari. Penanganan fokus pada pemantauan titik api, meski kondisi terkendali. (Foto: ANTARA FOTO/Auliya Rahman) Daftar Isi
Makassar, CNN Indonesia --

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, telah berlangsung selama 22 hari. Hingga kini, api belum dinyatakan padam sepenuhnya meski kondisinya sudah terkendali.

Danru 1 Pangkajene, Muhammad Ikfar, mengatakan penanganan karhutla saat ini difokuskan pada pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. Kondisi tersebut dipengaruhi intensitas hujan di wilayah Pangkep yang masih rendah.

"Penanganannya berlangsung selama 22 hari. Khusus saat ini, penanganannya berupa pemantauan karena di Kabupaten Pangkep sendiri intensitas hujannya masih rendah. Masih ada kemungkinan kembali menyala," kata Ikfar saat dikonfirmasi, Selasa (27/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebakaran terjadi di sejumlah lokasi yang masuk kawasan Taman Nasional, tepatnya di zona inti dan zona rimba. Lokasi tersebut meliputi Kelurahan Minasatene, Kelurahan Kalabirang, dan Desa Panaikang di Kecamatan Minasatene.

Sementara di Kecamatan Balocci, kebakaran terjadi di Kelurahan Balocci Baru, Kelurahan Kassi, dan Kelurahan Jenai.

Lihat Juga :Puntung Rokok Picu Kebakaran Lahan di Pulau Tidung Kepulauan Seribu

"Iya, kawasan Taman Nasional semua di zona inti dan zona rimba Taman Nasional," ujarnya.

Ikfar menyebut titik api muncul pada waktu berbeda. Kebakaran pertama dilaporkan pada 30 September di Kampung Bulu, Kelurahan Minasatene. Kemudian, titik api muncul di Kelurahan Kassi, Kecamatan Balocci, pada 10 Oktober.

Titik api terakhir dilaporkan pada 22 Oktober di Kampung Mattubbu, Desa Panaikang, Kecamatan Minasatene.

Meski api terakhir, kata Ikfar, terpantau pada 22 Oktober, petugas belum menyatakan kebakaran sepenuhnya padam. Sebab, titik api berada di puncak kawasan karst yang sulit dijangkau.

"Belum dinyatakan padam, cuma statusnya terkendali karena berada di puncak. Selama intensitas hujan masih seperti sekarang, masih gerimis, kami belum bisa menyatakan padam," jelasnya.

Ikfar menjelaskan bahwa medan yang terjal dan tidak adanya akses jalan menuju puncak karst menjadi kendala utama dalam penanganan kebakaran. Petugas tidak mengambil risiko untuk menjangkau titik api di kawasan tersebut karena kondisi medan yang berbahaya.

Penanganan difokuskan pada kaki kawasan karst dan tebing yang berpotensi mengancam permukiman warga.

"Kalau sudah naik ke puncak karst, kami tidak mengambil risiko sampai ke atas karena tidak ada akses. Peralatan untuk memanjat juga tidak direkomendasikan saat kebakaran. Jadi, kami hanya melakukan penanganan di kaki karst dan tebing yang berpeluang ke permukiman warga," ungkapnya.

Penanganan karhutla melibatkan puluhan personel dari sejumlah instansi, yakni Damkar Pangkep, Damkar PT Semen Tonasa, BPBD Kabupaten Pangkep, kepolisian, dan TNI melalui Koramil setempat.

Lihat Juga :Usai 3 Hari Diguyur Hujan, Palembang Kembali Diselimuti Kabut Asap

"Untuk mengatasi keterbatasan air di sejumlah titik, petugas turut mengerahkan mobil tangki milik Damkar Pangkep dan PT Semen Tonasa," katanya.

Kebakaran tersebut juga menjadi perhatian karena lokasinya berada tidak jauh dari kawasan situs lukisan prasejarah di wilayah Maros-Pangkep.

Ikfar mengatakan titik kebakaran berjarak sekitar 800 meter hingga 1 kilometer dari situs tersebut. Meski demikian, api tidak sampai menjangkau kawasan situs, meskipun asap berpotensi terdampak.

"Kalau hampir sampai, mungkin terdampak sekadar asap. Kalau api tidak sampai ke situ," katanya.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak terkait. Ikfar mengatakan tim di lapangan saat ini berfokus pada penanganan dan pemantauan untuk mencegah munculnya kembali titik api.

(mir/wis) Bagikan: URL berhasil disalin
Lihat di situs asli

Berita terkait