JAKARTA – Sebanyak 48 seniman dari Indonesia dan lima negara menampilkan karya dalam pameran Urban Art Expression 2026: Beyond Classroom di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Pameran yang berlangsung selama tujuh hari tersebut menghadirkan karya para pengajar Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan seniman mancanegara dengan beragam tema serta pendekatan artistik.
Pameran yang diselenggarakan Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Kesenian Jakarta (FSRD IKJ) itu berlangsung di Galeri Cipta 1 dan 2, mulai Selasa (3/11/2026). Dari total peserta, 42 seniman berasal dari IKJ, sedangkan enam lainnya berasal dari Malaysia, Uruguay, Ukraina, Kolombia, dan Amerika Serikat.
Baca Juga- Menjelajahi Ruang Ekspresi Seni di Ganara Art ASHTA District 8
- Andrea Bocelli dan Seni yang Memihak
- PUSPA Rayakan Satu Tahun Perjalanan: Satukan Perempuan dan Seni untuk Suarakan Palestina
Kurator pameran, Anna Sungkar, mengatakan, karya yang ditampilkan merupakan pilihan terbaik dari masing-masing seniman. Pemilihan mempertimbangkan kualitas artistik dan kesesuaian karya dengan kapasitas ruang pamer.
“Ada 42 seniman dari IKJ dan enam seniman dari luar negeri. Masing-masing menampilkan karya terbaik menurut versi dirinya,” ujar Anna dalam siaran pers, Rabu (4/11/2026).
Dekan FSRD IKJ Adlien Fadlia mengatakan, pameran tersebut menjadi ruang bagi para pengajar untuk memperlihatkan praktik berkesenian di luar kegiatan mengajar. Menurut dia, pengajar seni tidak hanya dituntut menyampaikan teori dan teknik, tetapi juga terus menghasilkan karya.
“Melalui pameran di ruang publik, kami ingin memberikan wawasan kepada mahasiswa dan masyarakat bahwa mengajar, apalagi di bidang seni, tidak lepas dari memproduksi karya juga,” ujar Adlien seusai pembukaan pameran di TIM, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Pameran tahun ini mengangkat beragam tema, mulai dari realitas sosial, politik dan kemanusiaan hingga tradisi, identitas lokal, perjalanan batin, alam, serta eksperimen visual. Sejumlah karya juga menyoroti sejarah dan identitas perkotaan dalam menyambut 500 tahun Kota Batavia pada 2027.
Salah satu karya yang dipamerkan adalah Semoga Bencana Segera Berlalu karya Ehwan Kurniawan. Karya tersebut mengangkat persoalan lingkungan dan bencana, termasuk isu kebakaran hutan dan lahan yang masih menjadi persoalan nasional maupun internasional.
Adlien mengatakan, keberagaman tema memperlihatkan pilihan artistik masing-masing pengajar dalam merespons persoalan dan pengalaman di sekitarnya. Meski demikian, tidak semua isu mendapat porsi yang sama dalam pameran.
Kurator Citra Smara Dewi menilai, pameran tersebut menawarkan ruang bagi seniman untuk menyampaikan gagasan personal tanpa terlalu dibebani kepentingan pasar. Dia melihat kebebasan berekspresi sebagai salah satu karakter yang membedakan pameran tersebut.
“Di tengah dominasi pasar yang sangat luar biasa, karya-karya ini berusaha tampil sebagai ekspresi personal. Tidak ada bebannya oleh pasar,” kata Citra.
Urban Art Expression: Beyond Classroom merupakan agenda tahunan FSRD IKJ yang telah berlangsung sejak 1997. Setelah sempat terhenti selama pandemi Covid-19, pameran pengajar kembali diselenggarakan pada 2022 di kawasan Taman Ismail Marzuki.
Tahun ini, pameran dibuka secara gratis untuk masyarakat selama tujuh hari. Melalui kegiatan tersebut, FSRD IKJ juga berupaya memperluas ruang pertemuan antara karya pengajar, mahasiswa, dan publik, sekaligus membuka pertukaran gagasan dengan seniman dari negara lain.
Ikuti Whatsapp Channel Republika