REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 68 puskesmas juga dilaporkan rusak akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (7,7) yang terjadi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026). Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris, mengatakan perlu dilakukan percepatan terhadap penanganan darurat dan pemulihan pelayanan kesehatan pascagempa bumi.
Menurut dia, saat ini dibutuhkan pelayanan kesehatan kepada warga di lokasi terdampak bencana di Flores. "Kami ingin memperoleh gambaran mengenai kondisi seluruh rumah sakit, puskesmas, dan fasilitas pelayanan kesehatan di kabupaten-kabupaten terdampak di Flores untuk memetakan penanganan lebih lanjut," kata dia melalui keterangannya, Sabtu (22/8/2026).
Baca Juga- Kementerian PU Perkuat Layanan Air Minum dan Sanitasi untuk 2.623 Pengungsi Gempa di Reok NTT
- Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Perairan Pulau Puah Sulawesi Tengah Dini Hari
- Buka Kembali Akses Trans Flores, Petugas Bersihkan Longsoran Pascagempa
Dari hasil kunjungannya ke lokasi terdampak bencana, kondisi kerusakan fasilitas kesehatan yang cukup masif di sejumlah wilayah terdampak gempa. Dari 190 puskesmas yang beroperasi di Flores, sebanyak 68 unit mengalami kerusakan. Bahkan, 19 unit puskesmas masih belum dapat melayani masyarakat.
"Di Kabupaten Manggarai, RSUD Ruteng mengalami kerusakan serius, sehingga sebagian pelayanan harus dilakukan di luar bangunan rumah sakit. Sedangkan RS Pratama Reo mengalami kerusakan sangat berat dan pelayanan harus dialihkan ke fasilitas sementara," kata dia.
Charles mengatakan, pengawasan parlemen tidak hanya tertuju pada dua fasilitas kesehatan tersebut. Menurut dia, pihaknya juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh kawasan terdampak.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika