JAKARTA— Di hadapan kita terbentang suatu hari yang dahsyat dan agung, yaitu hari ketika seluruh makhluk akan dihisab. Pada hari itu, berbagai saksi akan dihadirkan untuk memberikan kesaksian atas mereka.
Hikmah dihadirkannya para saksi—dan Allah lebih mengetahui hikmah yang sebenarnya—adalah untuk menunjukkan kesempurnaan keadilan Allah sekaligus menegakkan hujah bagi seluruh makhluk.
Baca Juga- Keluarga yang Diinginkan Alquran: Suami Benteng dan Langit, Istri Laksana Bumi Tempat Berpijak
- Keluarga yang Diinginkan Alquran: Cerminan Anak Gadis Terhormat Penyejuk Hati
- Keluarga yang Diinginkan Alquran: Bagaimana Seharusnya Anak Laki-laki yang Ideal?
Karena itu, Allah menghadirkan berbagai macam saksi, dengan jumlah yang banyak dan beragam, agar tidak ada lagi alasan yang dapat dikemukakan dan seluruh makhluk mengakui keadilan-Nya yang mutlak.
Padahal, Allah Ta'ala telah mengetahui segala sesuatu tentang hamba-hamba-Nya. Dia lebih mengetahui rahasia mereka dan segala amal yang tersembunyi.
Allah Ta'ala berfirman:
وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ
“Dan Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut.” (QS Al-An‘am [6]: 59).
Para saksi yang akan memberikan kesaksian pada hari kiamat sangat banyak, beragam, dan berbeda-beda.
Salah satunya, pertama, adalah Nabi Muhammad bin Abdullah SAW. Allah Ta'ala berfirman:
وَفِي هَذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاء عَلَى النَّاسِ
“Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) ‘umat pertengahan’ agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.” (QS Al-Hajj [22]: 78).
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika