Nasional

78 Ribu Murid yang Gagal Masuk SMA Negeri di Jabar Bakal Diberi Bantuan

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemprov Jawa Barat bakal memberikan bantuan dana pendidikan untuk 78 ribu murid yang gagal masuk SMA dan SMK Negeri akibat tidak tertampung sekolah dari total 464 ribu...

19 Juni 2026, pukul 06:52 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemprov Jawa Barat bakal memberikan bantuan dana pendidikan untuk 78 ribu murid yang gagal masuk SMA dan SMK Negeri akibat tidak tertampung sekolah dari total 464 ribu murid yang mendaftar melalui pemetaan calon murid baru (PCMB). Para murid tersebut akan bersekolah di sekolah swasta yang telah bekerja sama dengan pemerintah.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat, Purwanto mengatakan data jumlah murid yang tidak tertampung SMA dan SMK Negeri diketahui usai dilakukan pemetaan calon murid baru (PCMB). Ia menyebut mereka yang tidak tertampung harus tetap mendapatkan akses pendidikan.

Baca Juga

"Ini bentuk intervensi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat setelah melakukan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB). Dari pemetaan itu kami tahu ada anak-anak yang tidak bisa tertampung, sesuai dengan pemetaan yang kami lakukan itu kan banyak. Jadi kami pengen tetap memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat," kata dia, Senin (15/6/2026).

Ia melanjutkan pihaknya juga telah menjalin kerja sama dengan sekolah swasta yang ingin terlibat dalam program ini dengan jumlah saat ini mencapai 751 sekolah. Purwanto mengatakan dari hasil pemetaan terdapat 78 ribu murid yang tidak tertampung di sekolah negeri.

Pihaknya juga akan melakukan kurasi terhadap sekolah swasta untuk memastikan kualitas pendidikan. "Ya kami nanti lihat murid yang masuknya ya. Kalau kami lihat dari pemetaan itu ada sekitar 70.000-an, tepatnya 78.000 yang tidak bisa tertampung di (sekolah) negeri," kata dia.

Ia mengatakan bantuan dana pendidikan yang diberikan mulai dari uang bangunan, dan SPP. Mereka yang dapat memperoleh bantuan merupakan murid yang terdaftar di PCMB meski merupakan murid dengan orang tua yang mampu.

'Iya karena mereka niat sekolah di negeri tapi tidak tertampung, pemerintah ngasih kompensasi," kata dia.

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait