REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) diperkirakan mengubah banyak profesi dan cara kerja dalam beberapa tahun ke depan. Kondisi ini membuat mahasiswa perlu menyiapkan kemampuan yang tidak hanya berkaitan dengan keahlian teknis, tetapi juga kemampuan manusia seperti pertimbangan moral, adaptasi, dan membangun relasi.
Isu perubahan dunia kerja menjadi salah satu materi dalam penutupan UPH Festival 2026 di Universitas Pelita Harapan (UPH) pada 15 Agustus 2026. Selain kemampuan akademik dan teknis, mahasiswa baru diarahkan mengembangkan kemampuan beradaptasi serta mengambil keputusan di tengah perkembangan AI.
Baca Juga- AI Bantu Nelayan dan Petani, Pertamina Perluas Inovasi ke Desa Energi Berdikari
- Awan Pelangi di Bogor Asli atau AI
Senior Advisor Yayasan Pendidikan Pelita Harapan Niel Nielson mengatakan, AI akan memengaruhi banyak profesi. Namun, teknologi tersebut tidak dapat menggantikan seluruh kualitas manusia dalam mengambil keputusan dan menjalani kehidupan.
“AI adalah pelayan yang sangat baik, tetapi jangan pernah menjadikannya sebagai tuan atas hidup Anda,” ujarnya.
Pesan tersebut disampaikan dalam sesi “AI Will Change Everything. Will It Change You?”. Niel mengingatkan mahasiswa bahwa kemampuan seperti kasih, pertimbangan moral, dan pengorbanan tetap menjadi aspek penting yang perlu dikembangkan ketika teknologi semakin banyak digunakan.
Selain kemampuan menghadapi perkembangan teknologi, mahasiswa juga perlu memiliki pemahaman mengenai tujuan dan arah hidup.
Associate Vice President Student Development, Alumni, and Corporate Relations UPH Andry M Panjaitan mengatakan, pengalaman selama kuliah dapat menjadi ruang untuk mengenali panggilan hidup sekaligus mengembangkan potensi. “Jangan pernah takut bermimpi besar di kampus ini,” pesan Andry.
Menurut Andry, mahasiswa juga tidak seharusnya menjadikan prestasi sebagai satu-satunya ukuran nilai diri. Pengalaman menghadapi tantangan, membangun komunitas, mengembangkan kepemimpinan, dan mengasah talenta menjadi bagian dari proses tersebut.
Rangkaian UPH Festival 2026 juga diisi Founder’s 5K Run yang diikuti mahasiswa baru, dosen, staf, dan pimpinan UPH. Limson Axel Wijaya dari International Teachers College (ITC) menjadi finisher pertama dengan waktu 29 menit, sedangkan Alice Luo, mahasiswa baru asal Tiongkok dari ITC, menjadi finisher perempuan pertama dengan waktu 34 menit.
Rangkaian tiga hari tersebut ditutup melalui Imago Dei Celebration Concert and Fireworks yang menampilkan UPH Choir dan Fakultas Musik. Rektor UPH Jonathan L. Parapak mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi bekal mahasiswa sebelum memasuki Tahun Akademik 2026/2027.
“Saya berdoa dan berharap UPH Festival ini menjadi berkat, sehingga kalian siap memasuki Tahun Akademik 2026/2027 dan sukses dalam studi,” ujarnya.
Dengan semakin luasnya penggunaan AI, kebutuhan dunia kerja terhadap lulusan perguruan tinggi juga berpotensi berubah. Karena itu, pendidikan tinggi tidak hanya dituntut membekali mahasiswa dengan kompetensi sesuai bidangnya, tetapi juga kemampuan beradaptasi, mengambil keputusan, dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
Ikuti Whatsapp Channel Republika