Nasional

AIK Partisipatif Bentuk Karakter Mahasiswa Lewat Ibadah dan Aksi Sosial

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta mendorong pembentukan karakter mahasiswa melalui program Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) Partisipatif. Program ini mengintegrasikan pembiasaan ibadah dan kegiatan sosial untuk menumbuhkan kedisiplinan,...

21 Oktober 2026, pukul 03:58 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta mendorong pembentukan karakter mahasiswa melalui program Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) Partisipatif. Program ini mengintegrasikan pembiasaan ibadah dan kegiatan sosial untuk menumbuhkan kedisiplinan, kejujuran, serta kepedulian terhadap masyarakat.

Koordinator Mata Kuliah AIK UNISA Yogyakarta, Iwan Setiawan, mengatakan mahasiswa didorong membiasakan ibadah, seperti shalat lima waktu, puasa, dan infak, sebagai bagian dari proses pembelajaran.

"Tujuannya untuk membangun karakter mahasiswa berkaitan dengan ibadah, khususnya sholat lima waktu dan sebagainya. Kejujuran juga dibangun karena mahasiswa sendiri yang melaporkan ibadahnya. Itu sudah menjadi tanggung jawab mahasiswa masing-masing," ujar Iwan saat kegiatan Iftor Akbar di UNISA Yogyakarta, Senin (19/10/2026).

Program AIK Partisipatif juga melibatkan mahasiswa non-Muslim yang menjalankan aktivitas keagamaan sesuai keyakinan masing-masing. Selain pembiasaan ibadah, mahasiswa melaksanakan proyek sosial untuk menerapkan ilmu perkuliahan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Mahasiswa S1 Akuntansi angkatan 2025, Binar Dewi Lucinta, mengatakan program tersebut membantunya lebih disiplin beribadah. Kajian yang diikuti juga menambah pengetahuannya tentang tata cara sholat dan tafsir Alquran.

“Alhamdulillah, dari ilmu-ilmu kajian itu cukup banyak yang didapat, mulai dari bagaimana cara sholat yang mudah dan benar, kemudian tafsir Alquran. Kita jadi terbiasa sholat di awal waktu, lebih disiplin, dan insya Allah shalat tidak pernah ketinggalan,” kata Binar.

Dia menambahkan, proyek AIK memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berkontribusi kepada masyarakat melalui kegiatan sesuai bidang keilmuan. Mahasiswa Gizi, misalnya, mengadakan penyuluhan gizi dan pembagian sayuran kepada warga di desa mitra.

“Dari Gizi sendiri sempat ada proyek AIK, kita penyuluhan dengan memberikan materi-materi gizi. Kemudian, ada kegiatan bersama ibu-ibu dan pembagian sayur. Kita ke desa-desa yang memang sudah menjadi mitra," ujarnya.

Dalam kegiatan Iftor Akbar yang digelar pada Senin tersebut, sekitar 2.500 mahasiswa semester pertama hadir untuk mengikuti rangkaian acara, mulai dari pengajian hingga buka puasa bersama.

Lihat di situs asli

Berita terkait