REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Seorang anak penyandang disabilitas down syndrome di Rungkut, Surabaya, Jawa Timur, meninggal dunia usai dianiaya dua tetangganya yang masih anak-anak. Korban berinisial Z berusia 10 tahun itu dianiaya pada Sabtu (12/10/2026) pagi saat duduk di kursi roda di teras rumahnya.
Ibu korban, Nurul Fadilah pergi ke pasar untuk berjualan susu sari kedelai. Sementara Z duduk di atas kursi roda di teras rumahnya seperti biasa.
Baca Juga- Ledakan Besar Terjadi di Kompleks Ruko Pakuwon City Surabaya, Lima Orang Dilaporkan Terluka
- DPD Dorong Gubernur Jateng Bentuk Timsus di Kasus Anak SD Pemalang Tewas Dibully
- Polisi Tetapkan 14 ABH dalam Kasus Dugaan Bullying Siswa Sekolah Rakyat Pati
Ketika pulang dari pasar, Nurul berteriak karena melihat anaknya sudah biru. Ayah korban, Selaras Abdul Wahid (53 tahun) yang sedang tidur usai meminum obat, langsung terbangun.
"Istri saya datang jam 09.20 WIB teriak-teriak, 'Bi, anake wis biru, anake wis biru'. Anaknya sudah biru," cerita Selaras dalam video yang beredar di media sosial.
Sang ayah langsung berlari ke teras dan melihat putra bungsunya sudah dipangkuan istrinya. Setelah diamati, ternyata ada jeratan tali sepatu di leher. "Saya kendurin," kata Selaras.
Korban sempat dibawa ke rumah sakit, tapi nyawanya tak tertolong. Keluarga pun langsung mengecek rekaman CCTV dan terlihat dua anak tetangga berinisial F (8) dan K (11) memasuki rumah pukul pukul 08.15 WIB dan keluar pukul 08.32 WIB. Pada pukul 09.37 WIB salah satu anak kembali masuk rumah selama 10 menit.
Selaras berkata, selain lehernya dijerat tali sepatu, Z juga dijejali sabun colek. "Ditaburi daun lamtoro mayat anak saya itu. Sama dua anak itu," kata Selaras yang juga berkisah jika sepekan sebelumnya Z juga sempat dirundung dengan dililit tali tambang di lehernya.
Kabarnya pelaku F sudah dijadikan tersangka. Namun, hingga berita ini diturunkan, Republika belum mendapatkan respon dari Polrestabes Surabaya.
Ikuti Whatsapp Channel Republika