Nasional

Antrean BBM Mengular Ratusan Meter di Buleleng Bali, Bupati Buka Suara

Antrean panjang kendaraan membeli BBM di Kabupaten Buleleng, Bali, membuat warga harus menunggu berjam-jam.

14 Oktober 2026, pukul 08:28 WIB · dibaca 0 kali

Nasional Peristiwa Antrean BBM Mengular Ratusan Meter di Buleleng Bali, Bupati Buka Suara CNN Indonesia Rabu, 14 Okt 2026 15:28 WIB Bagikan: URL berhasil disalin Antrean kendaraan membeli bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Buleleng, Bali, mencapai ratusan meter. (CNN Indonesia/Adi Ibrahim) Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Antrean kendaraan membeli bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Buleleng, Bali, mencapai ratusan meter. Kendaraan roda dua dan roda empat mengular sampai ke jalan raya.

Kondisi itu salah satunya terlihat di SPBU Jalan Gajah Mada, Singaraja, Rabu (14/10/20 Antrean yang panjang membuat warga menghabiskan waktu berjam-jam demi mendapatkan BBM.

Salah satu warga, Edy Toro, mengatakan sudah mengantre sekitar dua jam. Dia membutuhkan BBM untuk menunjang pekerjaannya sehari-hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah sekitar dua jam saya mengantre. Antreannya panjang banget. Tetapi, mau tidak mau harus nunggu karena kendaraan perlu BBM buat kerja. Kalau terus kayak gini, tidak bisa kerja," ujar Toro, dikutip dari detikBali.

Lihat Juga :Dampak Antrean BBM, Sekolah di Denpasar Terapkan Belajar Online

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra buka suara soal antrean panjang pembelian BBM di wilayahnya.

Sutjidra mengklaim stok BBM di Bali tercukupi. Menurutnya, berdasarkan hasil pemantauan pemerintah daerah, antrean di sejumlah SPBU mulai berkurang.

"Kami sudah memantau beberapa lokasi SPBU. Antrean sudah mulai agak lengang. Memang masih ada antrean, tetapi pasokannya dipastikan sudah mencukupi untuk seluruh Bali sampai tanggal 15. Setelah tanggal 15 ada lagi pasokan," kata Sutjidra.

Sutjidra mengatakan Pertamina telah memastikan pasokan BMM. Pemkab Buleleng juga telah menugaskan Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Koperasi UKM untuk memantau kondisi SPBU.

Sutjidra meminta masyarakat tidak membeli BBM secara berlebihan karena khawatir kehabisan stok. Dia mengimbau warga membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak menggunakan jeriken atau botol untuk menimbun bahan bakar.

"Kami berharap masyarakat tidak lagi panic buying, artinya harus membeli bahan bakar sesuai kebutuhan. Jangan sampai membawa jeriken atau botol. Pemerintah sudah menjamin pasokan BBM untuk Pulau Bali," ujarnya.

Lihat Juga :BPH Migas Angkat Suara soal Biang Kerok Antrean Panjang BBM di Bali

Menurut Sutjidra, pembelian BBM menggunakan jeriken tidak lagi dilayani. Namun, sebelumnya ada diskresi bagi pembawa botol kecil yang motornya mogok. Mereka diberikan membeli 2-3 liter supaya bisa sampai di SPBU.

Sutjidra juga memastikan antrean BBM belum mengganggu pelayanan darurat, seperti kebutuhan bahan bakar rumah sakit dan pengangkutan sampah. Kebutuhan BBM untuk layanan tersebut sudah diatur melalui mekanisme khusus.

"Untuk pelayanan darurat rumah sakit, kemudian sampah dan lain sebagainya, belum terganggu. Kita sudah punya langganan, jadi sudah ada jadwal kapan mereka bisa mengambil bahan bakar. Pak Gubernur juga sudah berkoordinasi dengan Pertamina," kata Sutjidra.

Baca berita selengkapnya di sini.

(fra/fra) Bagikan: URL berhasil disalin
Lihat di situs asli

Berita terkait