JAKARTA – Sejumlah pedagang rumah makan nohalal di Jalan Mayjen Sutoyo, Cililitan, Jakarta Timur, memiliki pandangan berbeda mengenai wacana penandaan makanan nonhalal. Ada yang menilai penandaan tidak diperlukan, sementara pedagang lain menganggapnya dapat membantu konsumen mengenali jenis makanan yang dijual.
Vera, Karyawan Rumah Makan Lapo Codian, menilai sertfikasi sebaiknya difokuskan pada produk halal. Menurut dia, pemberian sertifikasi pada produk halal dan nonhalal sekaligus berpotensi membingungkan Masyarakat. “Lebih bagus enggak usah ada sertifikasi nonhalal,” kata Vera saat ditemui di rumah makan tempatnya bekerja.
Baca Juga- Economic Outlook 2027, DIY Dinilai Punya Resiliensi Tinggi Hadapi Tantangan Ekonomi
- Polisi Temukan Kalung Berlian Rp300 Juta Milik Penumpang yang Hilang di Bandara Soetta
- Carrick Tegaskan Bruno Fernandes Tetap Kapten Manchester United
Dia juga menilai aturan khusus mengenai penandaan makanan nonhalal tidak perlu diterapkan. Menurut dia, sertifikasi cukup diberlakukan bagi produk yang memenuhi ketentuan halal.
Pandangan berbeda disampaikan Geva, karyawan Rumah Makan Tiga Serangkai yang menjual babi panggang. Dia tidak mempermasalahkan apabila pemerintah menerapkan pandangan khusus bagi rumah makan yang menjual makanan nonhalal.
Menurut Geva, pandangan tersebut dapat membantu konsumen, khususnya Muslim, yang belum mengetahui jenis makanan yang dijual di suatu tempat. "Biar orang yang Muslim enggak asal masuk. Kadang ada juga orang dari luar kota enggak tahu, dia masuk, dikiranya rumah makan Padang,” ujar Geva.
Dia mengatakan, kejadian konsumen yang masuk ke rumah makan tersebut karena mengira rumah makan itu menjual makanan lain. Geva pun menilai, peristiwa tersebut pernah terjadi beberapa kali. Sebagian konsumen baru menyadari setelah melihat menu yang tersedia, sementara pihak rumah makan terkadang memberi tahu mereka sejak awal.
Geva mengaku tidak keberatan apabila pemerintah menyediakan penanda khusus untuk rumah makan nonhalal. Namun, dia berharap pedagang tidak harus mengurus sendiri seluruh proses pemasangannya. “Kalau kami disuruh bikin, kami agak malas. Tapi kalau dari pihaknya memberi tanda disini, enggak apa apa juga,”kata dia.
Rumah Makan Siangkaan di Jakarta - (Mg-167)
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Mg-167