WASHINGTON— Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Selasa, mengumumkan bahwa negaranya akan menghentikan pemberian bantuan militer tahunan kepada Israel yang nilainya mencapai sekitar 4 miliar dolar AS.
Namun, penelusuran terhadap sejumlah legislasi Kongres AS dalam dua tahun terakhir menunjukkan adanya jalur lain untuk merombak skema dukungan militer bagi Israel.
Baca Juga- Benarkah tak Satu pun dari Miliaran Muslim di Dunia Peraih Nobel Sebagaimana Klaim Kennedy?
- Sejarawan Barat Terkemuka Simpulkan Hasil Pemilu Israel Menyingkap Keretakan Proyek Zionisme
- Negara-Negara Arab dengan Utang Tertinggi dan Risiko Gagal Bayar
Perubahan tersebut mengarah pada peralihan secara bertahap dari bantuan langsung menuju program kerja sama pertahanan dan teknologi.
Pada saat yang sama, muncul upaya membangun struktur administratif khusus di lingkungan Departemen Pertahanan AS (Pentagon) untuk mengoordinasikan sekaligus memperluas kerja sama tersebut.
Mengutip Aljazeera, Rabu (4/11/20260, dampak perubahan ini kemungkinan tidak hanya sebatas pergantian nomenklatur anggaran.
Peralihan dari bantuan luar negeri menuju program pertahanan bersama juga memunculkan pertanyaan mengenai bentuk pengawasan parlemen terhadap dukungan AS untuk Israel, serta sejauh mana Kongres masih dapat menerapkan persyaratan dan pembatasan yang selama ini berlaku bagi bantuan militer konvensional.
Dalam wawancara melalui sambungan telepon dengan Fox News pada Selasa pagi, Trump mengatakan bahwa beberapa bulan lalu dirinya telah mencapai kesepakatan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mengakhiri bantuan AS kepada Israel pada akhir 2026.
Trump menambahkan bahwa Israel kini telah menjadi negara dengan perekonomian yang berhasil sehingga tidak lagi membutuhkan bantuan tersebut.
Meski demikian, dia menegaskan bahwa AS akan tetap siap membantu Israel apabila diperlukan dan Israel akan terus membeli persenjataan buatan Amerika.
Pernyataan itu disampaikan bertepatan dengan berlangsungnya pemilihan paruh waktu (midterm elections) di AS. Trump juga menyinggung bahwa keberlanjutan bantuan kepada Israel telah menjadi isu yang dimanfaatkan sejumlah kandidat Partai Demokrat untuk mengkritik Partai Republik. Salah satunya adalah Abdul El-Sayed, kandidat Senat dari Negara Bagian Michigan.
Namun, gagasan untuk mengakhiri bantuan tersebut bukan hal baru dalam hubungan kedua negara. Pada Januari lalu, Netanyahu menyampaikan keinginannya untuk secara bertahap mengakhiri ketergantungan Israel terhadap bantuan AS dalam kurun waktu 10 tahun.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika