REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA— Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsudi Syuhud menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan dan capaian program pembangunan yang dijalankan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Di saat yang sama, Kiai Marsudi juga mengajak para santri dan elemen masyarakat lainnya untuk terus mengawal jalannya roda pemerintahan melalui kritik dan masukan yang konstruktif demi kemaslahatan bangsa.
Baca Juga- Jalan Menuju Surga yang Digariskan Rasulullah SAW untuk Istri Salehah
- 6 Sifat dan Amalan yang Pelakunya Dijanjikan Surga Oleh Allah SWT, Tetapi dengan Syarat..
- Mengapa Sikap Negara-Negara Balkan yang Muslim terhadap Israel Berbeda?
Kiai Marsudi menegaskan bahwa menjaga dan membela negara (hubbul wathan minal iman, wad-difafu anil wathoni fardhu ain) merupakan amanah sejarah yang melekat pada diri santri.
Kiai Marsudi mengingatkan bahwa Republik Indonesia tidak berdiri secara tiba-tiba, melainkan lahir dari legacy dan perjuangan para ulama serta santri terdahulu.
Oleh karena itu, lanjutnya, pengawasan terhadap jalannya pembangunan nasional menjadi bagian tak terpisahkan dari ikhtiar menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI.
Kiai Marsudi menilai bahwa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah berupaya merealisasikan berbagai program demi kemajuan masyarakat.
"Malam hari ini saya mengapresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto beserta Gibran yang telah melaksanakan program-program pembangunannya. Mudah-mudahan apa yang sudah bisa diterima masyarakat, kita bersyukur alhamdulillah dan terus dilanjutkan," ujar Kiai Marsudi dalam gelaran Istighotsah Kebangsaan Hari Santri Nasional 2026 yang mengusung tema: Bersatu dalam Doa, Bersinergi Menjaga Negeri.
Kegiatan ini digelar atas kerja sama Kementerian Agama RI dan Komisi Pesantren MUI di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Kedoya, Jakarta Barat, pada Kamis (22/10/2026).
Kiai Marsudi menegaskan bahwa menjaga dan membela negara (hubbul wathan minal iman, wad-difafu anil wathoni fardhu ain) merupakan amanah sejarah yang melekat pada diri santri.
Kiai Marsudi mengingatkan bahwa Republik Indonesia tidak berdiri secara tiba-tiba, melainkan lahir dari legacy dan perjuangan para ulama serta santri terdahulu.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika