REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Arab Saudi menegaskan Piala Asia 2027 tetap berlangsung sesuai jadwal meskipun meningkatnya kekhawatiran terhadap situasi keamanan di kawasan Timur Tengah. Panitia penyelenggara menyatakan terus memantau perkembangan regional dan berkoordinasi dengan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) untuk memastikan turnamen berjalan sesuai rencana.
Juru bicara panitia penyelenggara Muhammed Q. Alghamdi menegaskan, persiapan tetap berjalan di tengah kekhawatiran eskalasi konflik, termasuk serangan yang dikaitkan dengan kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran.
“Kami memantau perkembangan regional dan bekerja sama erat dengan rekan-rekan kami di AFC untuk memastikan kami dapat menyelenggarakan turnamen yang luar biasa,” kata Alghamdi dikutip dari The Chronicle, Kamis (22/10/2026).
Ia menambahkan, aktivitas sehari-hari di Arab Saudi masih berlangsung. Kompetisi domestik, termasuk Saudi Pro League, juga tetap bergulir dengan gangguan yang disebutnya minimal.
“Saya berdiri di hadapan Anda sekarang dan saya senang mengatakan bahwa kehidupan sehari-hari terus berjalan di Arab Saudi. Tugas kami adalah bersiap, dan kami akan bersiap,” ujarnya.
Alghamdi menegaskan, panitia terus bekerja bersama AFC untuk memantau situasi dan mempersiapkan turnamen agar dapat berlangsung dengan baik. Ia juga menyampaikan harapan agar Piala Asia mendatang menjadi ajang yang membanggakan bagi masyarakat Asia.
Piala Asia 2027 dijadwalkan berlangsung pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027. Sebanyak 24 tim akan bersaing dalam turnamen yang digelar di tiga kota Arab Saudi, yakni Riyadh, Jeddah, dan Khobar.
Kekhawatiran terhadap keamanan kawasan muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional. Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai jaminan keamanan bagi pemain, ofisial, suporter, dan seluruh pihak yang terlibat dalam turnamen.
Meski demikian, pernyataan Alghamdi menunjukkan bahwa penyelenggara masih berpegang pada rencana awal. Mereka belum menyampaikan perubahan jadwal maupun pemindahan lokasi pertandingan.
Laporan mengenai kemungkinan sulitnya mencari lokasi alternatif juga menjadi salah satu pertimbangan, mengingat skala turnamen dan waktu pelaksanaan yang semakin dekat. Namun, hingga pernyataan tersebut disampaikan, Arab Saudi tetap menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah Piala Asia 2027.
Ikuti Whatsapp Channel Republika