JAKARTA — Biaya infrastruktur teknologi menjadi salah satu pertimbangan perusahaan dalam mengembangkan layanan digital. Arupa Cloud Nusantara dan Civo menghadirkan layanan cloud di Jakarta yang diklaim dapat menekan biaya operasional sekaligus mempermudah pengelolaan aplikasi modern.
Melalui layanan Civo Indonesia Region, perusahaan menawarkan infrastruktur berbasis cloud-native yang mencakup Kubernetes, mesin virtual, basis data PostgreSQL terkelola, serta penyimpanan data. Infrastruktur tersebut ditujukan bagi perusahaan yang ingin mengembangkan aplikasi tanpa harus menanggung kompleksitas pengelolaan sistem secara mandiri.
Dalam perbandingan harga yang dipublikasikan Civo, biaya bulanan layanan Kubernetes untuk kluster tujuan umum dengan tiga node dan konfigurasi setara di Jakarta diklaim 49–62 persen lebih rendah dibandingkan penyedia hyperscaler. Namun, perbandingan tersebut menggunakan konfigurasi dan asumsi harga yang ditetapkan oleh Civo.
Chief Commercial Officer Civo Simon Hansford mengatakan, kebutuhan perusahaan terhadap infrastruktur digital terus meningkat seiring berkembangnya penggunaan aplikasi modern. Perusahaan membutuhkan layanan yang lebih mudah dikelola dengan struktur biaya yang transparan.
“Indonesia memiliki peluang besar dalam adopsi teknologi cloud-native, seiring meningkatnya kebutuhan bisnis akan infrastruktur yang lebih mudah dikelola, memiliki transparansi biaya, dan dirancang untuk mendukung aplikasi modern,” kata Simon dalam keterangan resmi, Jumat (23/10).
Layanan tersebut dioperasikan oleh Arupa Cloud Nusantara di Indonesia. Pelanggan dapat menggunakan infrastruktur untuk menjalankan aplikasi, mengelola basis data, serta meningkatkan kapasitas layanan sesuai kebutuhan.
Selain menawarkan harga dalam rupiah melalui Arupa, Civo menyatakan tidak mengenakan biaya transfer data untuk layanan di Jakarta Region, baik untuk data masuk maupun keluar. Penggunaan layanan dihitung per jam dan ditagihkan setiap bulan.
Skema tersebut memberikan alternatif bagi perusahaan dalam memperhitungkan pengeluaran infrastruktur digital. Meski demikian, efisiensi biaya tetap perlu dilihat berdasarkan kebutuhan komputasi, kapasitas penyimpanan, pola penggunaan, dan dukungan teknis yang diperlukan masing-masing perusahaan.
Chief Executive Officer Arupa Cloud Nusantara Reza Kertadjaja mengatakan, kemitraan dengan Civo bertujuan memperluas pilihan infrastruktur bagi perusahaan di Indonesia. Arupa juga menyediakan dukungan konsultasi teknologi dan bantuan teknis lokal untuk membantu pelanggan mengelola layanan cloud.
Dari sisi operasional, platform tersebut mendukung berbagai perangkat pengelolaan infrastruktur, termasuk Terraform, antarmuka pemrograman aplikasi (API), antarmuka baris perintah (CLI), serta dasbor berbasis web. Civo menyatakan mesin virtual dapat disediakan dalam waktu kurang dari 60 detik, sedangkan kluster Kubernetes dapat diluncurkan dalam waktu kurang dari 90 detik.
Perusahaan juga berencana memperluas layanan untuk kebutuhan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Layanan GPU Compute dan GPU Kubernetes di Jakarta Region dijadwalkan tersedia mulai Desember 2026, dengan reservasi melalui Arupa telah dibuka.
Kehadiran pilihan infrastruktur cloud baru menambah alternatif bagi perusahaan yang tengah melakukan transformasi digital. Bagi pelaku usaha, keputusan menggunakan layanan cloud tidak hanya ditentukan oleh harga, tetapi juga kemampuan infrastruktur mendukung pertumbuhan aplikasi, menjaga keandalan layanan, dan memenuhi kebutuhan bisnis dalam jangka panjang.
Ikuti Whatsapp Channel Republika