Nasional

BNPB Pastikan Kebakaran Hutan di Toraja Utara Sudah Padam

BNPB memastikan kebakaran hutan di Toraja Utara, Sulawesi Selatan, telah dipadamkan. Kebakaran ini menghanguskan ratusan peti jenazah di Liang Pongtimban.

28 Oktober 2026, pukul 10:17 WIB · dibaca 1 kali

Nasional Peristiwa BNPB Pastikan Kebakaran Hutan di Toraja Utara Sudah Padam CNN Indonesia Rabu, 28 Okt 2026 17:17 WIB Bagikan: URL berhasil disalin Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, sudah berhasil dipadamkan. Ilustrasi (ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya) Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, sudah berhasil dipadamkan.

"Kedua desa tersebut di Rangri maupun Ratte yang terdampak sebelumnya saat ini sudah padam," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam siaran langsung BNPB, Rabu (28/10).

Lihat Juga :BRIN Bakal Perkuat Riset Prediksi Kebakaran Hutan dan Lahan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terjadi karhutla di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, yang menyebabkan ratusan peti jenazah di Liang Pongtimban hangus terbakar.

Berton menyebut kejadian ini benar adanya, namun kejadian berlangsung pada Sabtu (24/10) lalu.

"Kami sampaikan bahwa kejadian ini sebenarnya sudah terjadi pada tanggal 24 Oktober yang lalu dan sudah dipadamkan 16 jam lebih setelah api mulai terjadi," ungkap Berton.

Jumlah lahan yang terbakar dalam karhutla di kawasan ini dilaporkan mencapai 7 hektare.

Berton merincikan bahwa kebakaran berdampak pada wilayah Lembang Rangri dan Lembang Ratte. Kuburan batu yang berada di sekitar lokasi kebakaran pun ikut terbakar.

Walau seperti itu, Berton menegaskan bahwa kondisi terbaru di wilayah tersebut adalah api sudah berhasil dipadamkan.

Pemadaman dilaporkan dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Damkar, dan masyarakat.

"Kondisi kuburan yang ikut terbakar saat ini juga sudah kondisi tidak ada api lagi," tutupnya.

Kuburan batu ini dikenal dengan Liang Pongtimban. Kuburan ini disebut menjadi tempat penyimpanan peti jenazah bagi warga setempat.

Lebih tepatnya, Liang Pongtimban merupakan pemakaman tradisional yang berupa lubang-lubang di tebing batu. Setiap liang umumnya digunakan untuk menyimpan peti jenazah anggota dalam satu rumpun keluarga.

(mou/fra) LIHAT SEMUA Bagikan: URL berhasil disalin
Lihat di situs asli

Berita terkait