ASUNCION -- Keruntuhan Ueno Bank, salah satu bank digital terbesar di Paraguay, telah memicu krisis keuangan dan politik hingga membuat sejumlah petinggi termasuk Presiden Paraguay, Santiago Pena mundur. Bank yang memiliki sekitar tiga juta nasabah itu mengalami krisis solvabilitas atau permodalan sehingga Bank Sentral Paraguay (BCP) mengambil alih penanganan dan memulai proses resolusi.
Pengunduran diri Presiden Paraguay Santiago Peña pada Kamis (5/11/2026) dilakukan setelah tekanan politik meningkat. Ia diduga terkait dengan penyimpangan pengelolaan bank, setelah penelusuran keterkaitan bisnis dengan kelompok usaha yang memiliki hubungan dengan sang presiden.
Baca Juga- 5 Cara yang Ditempuh Orang-Orang Munafik untuk Membenci dan Memusuhi Sesama Muslim
- Luas Karhutla Capai 2.835 Hektare, Komnas HAM Keluarkan Enam Rekomendasi
Reuters melaporkan, Bank Sentral Paraguay memutuskan melakukan intervensi setelah menemukan Ueno Bank melanggar persyaratan minimum solvabilitas. Rasio solvabilitas bank tersebut dilaporkan anjlok hingga di bawah 50 persen dari ketentuan yang berlaku.
Keputusan tersebut membuat jutaan nasabah kehilangan akses terhadap rekening dan simpanan mereka. Pada Selasa (3/11/2026) dini hari, aplikasi Ueno Bank mendadak tidak dapat menampilkan saldo rekening pengguna. Aplikasi tersebut hanya memperlihatkan pesan bahwa saldo tidak dapat ditampilkan.
Bank sentral kemudian mengumumkan pengambilalihan lembaga keuangan tersebut dan memulai prosedur resolusi. Seluruh layanan, termasuk aplikasi dan kartu perbankan, dihentikan sementara.
Kondisi itu tentu memicu kepanikan nasabah. Ribuan orang mendatangi kantor pusat Ueno Bank di Asuncion dan 75 kantor cabangnya di berbagai wilayah Paraguay untuk mempertanyakan keamanan simpanan mereka.
Nasabah kini tidak dapat menggunakan uangnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kekhawatiran meningkat akan lenyapnya uang-uang publik.
Ueno Bank diluncurkan pada 2021 dan berkembang pesat dari perusahaan teknologi finansial lokal menjadi bank komersial berskala menengah. Model bisnisnya kerap dibandingkan dengan bank digital internasional seperti Nubank, Monzo, dan Revolut.
Hingga Juni 2026, Ueno menyatakan memiliki sekitar tiga juta nasabah di Paraguay yang berpenduduk sekitar 6,5 juta jiwa. Dengan jumlah tersebut, basis nasabah Ueno setara dengan hampir separuh populasi negara tersebut.
Selain melayani masyarakat, Ueno Bank juga mengelola dana publik sekitar 850 juta dolar AS atau sekitar Rp15,42 triliun. Tidak hanya dana ritel, Ueno Bank menyimpan dana berbagai lembaga negara, termasuk lembaga jaminan sosial yang mengelola dana pensiun dan pembiayaan layanan kesehatan pekerja.
Besarnya dana publik yang dikelola membuat keruntuhan bank tersebut menimbulkan kekhawatiran lebih luas, terutama mengenai keamanan dana pensiun dan kemampuan pemerintah menjamin pengembalian simpanan masyarakat.
Pemerintah Paraguay kemudian menghadapi tekanan untuk memperluas perlindungan terhadap dana nasabah. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, penjaminan simpanan dibatasi hingga 75 kali upah minimum atau sekitar 228 juta guarani, setara 37.700 dolar AS.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika