REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, memberi bocoran mengenai kementerian dan lembaga yang akan berada di bawah koordinasi Kemenko Hilirisasi. Ia menyebut Kementerian Investasi dan Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) hampir dipastikan masuk di dalamnya.
Bahlil menjelaskan, pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi berkaitan dengan agenda pemerintah dalam Asta Cita. Dia menyebut percepatan hilirisasi dan transisi energi membutuhkan konsolidasi melalui kementerian koordinator agar pelaksanaannya berjalan lebih cepat.
Baca Juga- Toulouse Gilas Le Mans 3-0, Naik ke Papan Atas Klasemen Liga Prancis
- Levante Gagal Menang, Ditahan Imbang Deportivo La Coruna 1-1
- Gol Tunggal Ebnoutalib Antar Eintracht Frankfurt Bekuk Koln 1-0
Bahlil menyampaikan informasi itu saat menjawab pertanyaan mengenai penataan struktur kementerian dan lembaga di lingkungan pemerintahan. Adapun kepastian susunan organisasi tersebut masih menunggu penerbitan Peraturan Presiden (Perpres).
“Kalau investasi dan BP BUMN itu hampir pasti. Kalau Perindustrian, feeling saya saja,” ujar tokoh yang juga menjabat sebagai Menteri ESDM di Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Bahlil belum memastikan apakah Kementerian Perindustrian juga akan masuk dalam koordinasi Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi. Ia menegaskan kepastian mengenai struktur tersebut akan terlihat setelah Perpres diterbitkan.
Penataan koordinasi kementerian dan lembaga itu berkaitan dengan pembagian tugas dalam pemerintahan. Namun, Bahlil belum memerinci bentuk koordinasi maupun pembagian kewenangan setiap kementerian dan lembaga yang nantinya berada di bawah Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi.
Penerbitan Perpres akan menjadi penentu susunan resmi kementerian dan lembaga yang berada dalam koordinasi tersebut. Karena itu, informasi mengenai masuknya Kementerian Investasi dan BP BUMN masih perlu merujuk pada ketentuan resmi yang akan diterbitkan pemerintah.
Ikuti Whatsapp Channel Republika