Nasional

Kapasitas Manufaktur Jadi Kunci Daya Saing Industri Teknologi Nasional

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — SofLogic Indonesia memperkuat basis operasionalnya dengan meresmikan gedung baru di JB Tower, Jakarta Pusat, pada Senin (19/10/2026). Perusahaan teknologi tersebut juga berencana menghadirkan Experience Centre di Jalan...

30 Oktober 2026, pukul 16:31 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — SofLogic Indonesia memperkuat basis operasionalnya dengan meresmikan gedung baru di JB Tower, Jakarta Pusat, pada Senin (19/10/2026). Perusahaan teknologi tersebut juga berencana menghadirkan Experience Centre di Jalan Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan, untuk memperkenalkan produk dan solusi teknologinya kepada konsumen.

CEO SofLogic Indonesia, Stanley Lawrence, mengatakan perusahaan ingin mengembangkan produk teknologi di Indonesia agar tidak hanya bergantung pada produk dari luar negeri.

“Indonesia jangan hanya menjadi pasar bagi produk teknologi. Kita memiliki talenta, kreativitas, dan potensi industri untuk menghasilkan produk sendiri,” kata Stanley.

SofLogic bergerak di sejumlah segmen teknologi, antara lain teknologi informasi dan komunikasi, perangkat display dan kiosk, solusi daya dan energi, perangkat perkantoran dan bisnis, serta elektronik konsumen.

Perusahaan menyatakan produk-produknya dirancang dan diproduksi di Indonesia dengan memperhatikan ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sesuai regulasi yang berlaku. Namun, pengembangan industri berbasis komponen lokal juga membutuhkan dukungan kemampuan manufaktur, tenaga kerja, dan rantai pasok dalam negeri.

Stanley mengatakan pemenuhan TKDN seharusnya tidak hanya berorientasi pada persyaratan administratif, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas industri nasional.

Di pasar domestik, SofLogic menghadapi persaingan dengan merek teknologi internasional yang telah memiliki jaringan distribusi dan basis konsumen. Menurut Stanley, perusahaan perlu membuktikan daya saing produknya melalui kualitas, keandalan, harga, serta layanan purna jual.

“Label Indonesia saja tidak cukup. Produk harus mampu membuktikan kualitas, keandalan, dan manfaatnya bagi konsumen,” ujarnya.

Sementara itu, COO SofLogic, Ivan Werdoyo, mengatakan perusahaan menargetkan produknya dapat menjangkau pasar internasional. Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan perlu meningkatkan kualitas produk dan kapasitas produksi agar mampu memenuhi standar pasar global.

“Untuk mencapai itu, kita harus terus meningkatkan kualitas, memperkuat kemampuan produksi, dan membangun kepercayaan pasar,” kata Ivan.

Penguatan operasional melalui gedung baru dan rencana pembukaan Experience Centre menjadi bagian dari langkah pengembangan bisnis SofLogic di Indonesia. Adapun kemampuan perusahaan dalam bersaing di pasar domestik maupun internasional akan bergantung pada kualitas produk, efisiensi produksi, serta penerimaan konsumen terhadap produk yang ditawarkan.

Lihat di situs asli

Berita terkait