REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mendorong kaum muda untuk berperan dalam menentukan arah pemanfaatan dan pengembangan AI (kecerdasan artifisial). Ajakan ini disampaikannya dalam acara The Future is Digital & AI di ajang Indonesia Youth Summit 2026, Jakarta Pusat, Jumat.
Meutya menekankan bahwa terkoneksi secara digital tidak otomatis menjadikan seseorang berdaya secara digital. Peningkatan pemanfaatan dan pengembangan teknologi digital serta AI menuntut adanya kepemimpinan digital yang berpusat pada manusia.
Kemampuan digital yang demikian, menurutnya, dapat diwujudkan dengan kemampuan berpikir kritis, keberanian menciptakan inovasi, dan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi. Agar dapat berperan dalam penentuan arah pemanfaatan dan pengembangan AI, kaum muda perlu memiliki kemampuan untuk menjadi pencipta dampak.
"Berani, be courageous enough to create. Menjadi pengguna itu memang nyaman sekali, teman-teman. Saking nyamannya, kita cenderung akan memilih menjadi pengguna saja," kata Meutya.
Dari Pengguna Menjadi Pencipta Solusi
Meutya menambahkan, anak muda perlu memahami prinsip kerja, kemampuan, dan keterbatasan teknologi pada aplikasi yang digunakan sehari-hari. Ia mendorong mereka untuk meningkatkan kapasitas agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, melainkan juga pencipta teknologi yang bermanfaat.
Kaum muda diharapkan mampu menghadirkan solusi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat. Contohnya, menghadirkan solusi AI untuk membantu pekerjaan guru, mengoptimalkan usaha pertanian, serta meningkatkan efisiensi usaha dan pelayanan publik.
Di sisi lain, Meutya juga menekankan bahwa pemanfaatan dan pengembangan AI harus disertai dengan tanggung jawab untuk melindungi masyarakat dari risiko-risiko yang mungkin timbul.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : antara