REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Aktris Kawai Labiba mengungkapkan tantangan besar dalam karier aktingnya saat pertama kali memerankan sosok hantu. Ia didapuk menjadi arwah Amanda Rizky Saputri alias Putri dalam film horor terbaru arahan sutradara Rizal Mantovani berjudul "Putri Jangan Gentayangan Lagi".
"Jujur, sampai sekarang ini masih dihantui pengalaman yang luar biasa, ya, bisa bergabung di proyek film 'Putri Jangan Gentayangan Lagi'," kata Kawai dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Jumat malam. Ia mengaku peran tersebut sangat berkesan karena merupakan pengalaman perdananya memerankan karakter arwah.
Demi mendalami karakter, Kawai tidak hanya mengandalkan arahan Rizal Mantovani. Ia juga menggali informasi langsung dari Mak Eli, ibu kandung mendiang Putri, untuk memahami emosi dan beban hidup sang tokoh semasa hidupnya.
"Kata Mas Rizal, kamu harus pertahankan emosi manusiawi karena Putri kan dulunya manusia. Untuk itu, aku banyak mendengarkan langsung cerita Mak Eli supaya bisa mengimajinasikan seperti apa perasaan anak perempuan pertama yang memikul tanggung jawab besar," jelasnya.
Tantangan Fisik di Balik Layar
Selain tantangan emosi, Kawai Labiba juga menghadapi kesulitan fisik yang signifikan selama proses syuting. Ia menuturkan bahwa sebagian besar waktu pengambilan gambar mengharuskannya menggunakan lensa kontak khusus yang menutupi penglihatannya. Dalam kondisi penglihatan yang terbatas itu, ia tetap harus berusaha keras menampilkan ekspresi dan emosi secara maksimal.
Tidak hanya itu, ia juga dituntut untuk berakting secara natural sambil memperhatikan penggunaan alat pengaman mekanis serta properti selang darah buatan yang ditempatkan di dalam mulutnya. Hal ini menambah tingkat kesulitan dalam setiap adegan yang ia perankan.
Film "Putri Jangan Gentayangan Lagi" merupakan produksi gabungan dari MVP Pictures, Folago Pictures, PK Films, dan SHOW Token. Ceritanya diadaptasi dari kisah populer dalam acara siniar Lentera Malam yang dipandu oleh Jamaluddin Darris, yang telah ditonton lebih dari 25 juta kali di platform YouTube. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 5 November 2026 dan telah diklasifikasikan oleh Lembaga Sensor Film (LSF) untuk penonton berusia 13 tahun ke atas.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : antara